Foto Jadul Jenderal Idham Azis dan Tito Karnavian Bergaya Santai

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 21 Januari 2020 07:00
Foto Jadul Jenderal Idham Azis dan Tito Karnavian Bergaya Santai
Jalin kerja sama sejak lama.

Dream - Foto lawas Kapolri Jenderal Idham Azis dan mantan atasannya yang kini menjadi Menteri Dalam Negeri, Jenderal (Purn) Tito Karnavian beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, Idham dan Tito duduk di kursi tanpa seragam kepolisian.

" Luar biasa. Jenderal yang humanis dan sederhana," tulis akun Instagram @tmcpolrestabandung, diakses Senin, 20 Januari 2020.

Dalam foto tersebut, tersimpan kenangan bahwa tidak ada yang tahu masa depan atau jabatan yang akan didapuk.

" Pada saat itu kita tidak tau bawa beliau yang bersahaja ini dua-duanya menjadi kapolri. Nasib peran kita tidak tahu, berbaiklah dengan sesama," tulis akun tersebut.

Dilaporkan Merdeka.com, kerja sama Idham Azis dan Tito Karnavian telah terjalin lama. Pada Desember 2001, Idham pernah menjadi anggota Tim Kobra untuk menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Tim Kobra merupakan unit yang dipimpin Tito Karnavian.

1 dari 4 halaman

Kerja Sama Tangkap Teroris

Kerja sama Idham dan Tito berlanjut saat pengejaran otak bom Bali, Dr Azhari di Batu, Jawa Timur pada 2005.

Idham bekerjasama dengan Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golos, Rycko Amelza Dahniel dan lainnya. Mereka pun kemudian mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.

Setelah berhasil melumpuhkan Dr Azhari pada tahun 2005. Idham lantas mendampingi Tito untuk menuntaskan kasus di Poso, Sulawesi Tengah.

Tito meminta Idham untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis Kristen di Poso. Tito dan Idham kompak untuk menuntaskan kasus mutilasi tersebut.

2 dari 4 halaman

Mendagri Tito Karnavian: Tangkap Ormas Pemeras Warga!

Dream - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta organisasi masyarakat (ormas) tidak melakukan intimidasi. Mantan Kapolri itu juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.

" Ya enggak boleh kayak kemarin yang viral mengintimidasi, negara tidak boleh kalah oleh ormas manapun juga. Kalau ada yang melakukan intimidasi, pemerasan, kekerasan, itu ada UU-nya. Tangkap," kata Tito, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 7 November 2019.

Menurut Tito, tindakan sejumlah anggota ormas di Bekasi, yang meminta retribusi parkir ke pengelola mini market dengan tindak kekerasan, tidak boleh terjadi. Harusnya, tambah dia, pemerintah daerah mengajak semua pihak.

Ormas, kata dia, tidak boleh melakukan tindakan melanggar hukum dan pemerasan. " Masalah ormas ini ada aturannya. Ormas itu kalau melakukan pelanggaran hukum, misalnya intimidasi, pemerasan segala macem, tangkap saja. Tangkap saja kalau memang pidana. Tangkap saja oleh polda, polres," ucap dia.

Dia menegaskan, penegakan hukum terhadap ormas yang melakukan pemerasan tak akan menimbulkan efek sosial. Negara harus hadir untuk memberikan keamanan bagi masyarakatnya.

" Kalau nanti ada yang mengatakan nanti masyarakat bisa ribut, enggak! Masyarakat mana dulu. Negara tak boleh kalah, kekuatan hukum harus cukup," ujar dia.

3 dari 4 halaman

Cerita Korban Pemalakan Tanah Abang, 10 Pelaku Diringkus

Dream - Kasus pemalakan yang terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, telah ditangani polisi. Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, mengatakan telah menangkap 10 orang terkait kasus ini.

" Kami menangkap delapan preman lainnya. Kini totalnya ada 10 orang yang digelandang ke kantor polisi," ujar Harry, Jumat, 6 September 2019.

Harry mengatakan, dari total 10 pelaku empat ditetapkan sebagai tersangka. Selain Muhammad Nur Hasan dan Supriyatna yang sudah diamankan terlebih dahulu, ada Tasman, 22 tahun dan M. Iqbal Agus, 21 tahun.

Keempatnya memalak supir boks yang baru keluar dari Pasar Blik F, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut, seorang korban awalnya diminta memberikan uang Rp500 kepada para pelaku.

" Korban akhirnya memberikan uang Rp2 ribu yang diambil dari kantong celananya," ujar dia.

Tak berhenti di situ. Sejumlah preman kemudian memalak korban. Akibatnya, korban harus merogoh kocek Rp25 ribu agar bisa melintas keluar.

Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi

4 dari 4 halaman

Polisi Tindak Aksi Pemalakan Pengemudi Mobil di Tanah Abang

Dream - Aksi pemalakan di Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat ramai dibicarakan warganet. Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang menahan laju mobil yang melintas dan memaksa pengemudinya memberikan uang.

Dari video yang diunggah Koalisi Pejalan Kaki, tampak pelaku bergerombol meminta mobil box. Tangan gerombolan itu masuk ke area pengemudi mobil.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, dia menangkap dua orang atas kasus pemalakan tersebut. Pelaku diamankan pada Kamis, 5 September 2019, pukul 13.45 WIB.

" Petugas Kasubnit Buser Ipda M Yassyin bersama 2 anggota telah mengamankan 2 pelaku preman," kata Harry, dilaporkan , Jumat, 6 September 2019.

Dua pelaku diketahui bernama Supriyatna, 20 tahun, warga Kampung Bali, Tanah Abang, dan M Nurhasan, 29 warga Bekasi yang tinggal di Tanah Abang.

Supriyatna dan Nurhasan diamankan saat berada di pintu keluar Blok F Pasar Tanah Abang.

" Dari Supriyatna barang bukti Rp 54 ribu. Sementara dari Nurhasan diamankan barang bukti Rp 45 ribu," ujar dia.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna