Kapolri Larang Anggota Pamer Kemewahan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 18 November 2019 12:02
Kapolri Larang Anggota Pamer Kemewahan
Anggota Polri yang melanggar akan dikenai sanksi.

Dream - Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan instruksi mengenai aturan disiplin anggota Polri. Dalam instruksi yang tertulis di telegram bernomor ST/30/XI/HUM.3.4/2019/Divpropam, Idham Aziz meminta polisi tak bergaya hidup mewah.

" Sehubungan dengan ref tersebut di atas, disampaikan kepada KA bahwa Polri sebagai alat negara bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat harus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih melalui penerapan pola hidup yang sederhana dengan tidak bergaya hidup mewah, menunjukkan hedonisme dalam kehidupan sehari-hari, baik di internal institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat," kata Kadiv Propam Polri, Irjen Listyo Sigit, kepada Liputan6.com, diakses Senin, 18 November 2019.

Surat telegram itu juga meminta anggota Polri untuk menyesuaikan kemampuan ekonomi sebagai cerminan sifat prihatin untuk mencegah terjadinya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Tujuannya, dalam rangka mewujudkan aparatur negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotime, agar memedomani pola hidup sederhana.

1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik.

2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.

5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan.

6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.

1 dari 5 halaman

Idham Aziz Ditunjuk Jokowi Gantikan Tito Karnavian Jadi Kapolri

Dream - Idham Azis, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) diusulkan menggantikan posisi Jenderal Tito Karnavian menjadi Kepala Polri (Kapolri). Nama perwria polisi bintang tiga itu sudah diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR.

Seperti diketahui, posisi Kapolri sejak kemarin dipastikan kosong setelah Bamnus DPR menyetujui permohonan pemberhentian Tito Karnavian.

" Pengganti Kapolri adalah, sudah kami ajukan juga hari ini ke DPR, Pak Idham Azis," ujar Jokowi usai pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Rabu 23 Oktober 2019.

Idham Aziz merupakan nama yang cukup mentereng di lingkungan Polri. Sebelum menjadi Kabarskrim Mabes Polri, perwira tinggi polisi berpangkat Komisaris Jenderal ini pernah menjabat Kapolda Metro Jaya.

Sementara Tito Karnavian dipastikan akan mengisi posisi baru di kabinet Indonesia Maju. Jokowi telah menunjuk Tito sebagai menteri dalam negeri menggantikan Tjahjo Kumolo yang berpindah posisi menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PANRB).

Salah satu tugas yang diemban Tito di jabatan barunya yaitu menguatkan sinergi pemerintah pusat dan daerah serta bertanggung jawab penuh atas data kependudukan Tito.

" Termasuk kepastian hukum di daerah terutama investasi," ucap Jokowi.

2 dari 5 halaman

Kapolri Idham Azis Naik Pangkat Jadi Jenderal

Dream - Idham Azis resmi menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Idham dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jumat, 1 November 2019.

Dengan pelantikan itu, pangkat Idham naik menjadi jenderal. Sebelumnya, mantan Kapolda Metro Jaya ini berpangkat komisaris jenderal.

Keputusan mengangkat Idham sebagai jenderal dibacakan usai pelantikan. Kenaikan pangkat tersebut sesuai keputusan presiden Republik Indonesia Nomor 98 Polri tahun 2019 tentang kenaikan pangkat dalam golongan perwira tinggi Polri.

" Presiden RI menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memutuskan menetapkan dan seterusnya, ke satu menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada perwira tinggi Polri Komjen Idham Azis menjadi jenderal polisi terhitung pada tangal ditetapkan ini," kata protokoler Istana Negara.

Usai pembacaan itu, Jokowi mengganti pangkat bintang tiga di pundah Idham Azis. Dia lalu memasang tanda pangkat menjadi bintang empat.

Seperti diketahui, Idham merupakan calon tunggal pengganti Tito Karnavian, yang ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Dalam Negeri. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Idham menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

3 dari 5 halaman

Janji Idham Azis untuk Selesaikan Kasus Novel Baswedan

Dream - Komjen Idham Azis sangat bersyukur karena telah ditetapkan sebagai kapolri, menggantikan Jenderal Tito Karnavian, dalam sidang paripurna DPR, Kamis 31 Oktober 2019.

" Baru saja proses sidang paripurna DPR menetapkan dan memutuskan saya menjadi kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang akan menggantikan Bapak Jenderal Tito Karnavian," kata Idham, dikutip dari .

Idham mengatakan, penetapannya sebagai kapolri merupakan mukjizat Allah SWT. Dia berjanji akan mengabdi kepada Polri, masyarakat, negara, dan bangsa.

Usai dilantik esok hari, Idham berjanji akan menyelesaikan kasus yang jadi sorotan. Salah satunya, penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Untuk menyelesaikan kasus itu, Idham akan menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal yang baru.

" Kalau tidak ada aral melintang, besok saya kemungkinan besar akan dilantik oleh Bapak Presiden. Dan sesaat nanti setelah itu saya akan menunjuk Kabareskrim yang baru untuk segera mempercepat pengungkapan kasus Novel Baswedan," ujar dia.

Sumber: 

4 dari 5 halaman

Komisi III DPR Setujui Idham Aziz Jadi Kapolri

Dream - Langkah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Idham Azis, untuk menjadi kapolri semakin terbuka lebar setelah mendapat persetujuan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat.

" Seluruh fraksi aklamasi untuk setujui Komjen Idham menjadi kapolri," kata Ketua Komisi III, Herman Herry, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 30 Oktober 2019.

Usai uji kelayakan dan kepatutan, Komisi III DPR segera mengirim surat ke Pimpinan DPR agar menggelar rapat paripurna pengesahan Idham Azis sebagai kapolri baru Kamis, 31 Oktober 2019.

Ada sejumlah fakta yang meliputi uji kelayakan kompetensi dan kepatutan yang digelar. Salah satunya mengenai visi misi kapolri. Idham menyebut tidak memiliki visi misi sendiri karena semua visi misi mengacu pada presiden dan wakil presiden.

" Berdasarkan arah kebijakan pemerintah yang menjadi acuan bagi arah kebijakan Polri, memperhatikan kebijakan presiden dan wakil presiden saat pelantikan, maka dalam kesempatan ini, tidak ada visi dan misi yang saya ajukan," kata Idham.

5 dari 5 halaman

Tujuh Program Prioritas

Idham Azis juga menyampaikan agenda nasional yang menjadi fokus Polri pada 2020.

" Suksesnya pengamanan 270 Pilkada Serentak pada 9 provinsi, 224 kabupaten, 37 kota. PON ke 20 di Papua, masalah intoleransi, radikalisme, unjuk rasa anarkis, konflik sosial, karhutla serta kejahatan yang menjadi atensi publik dan merugikan kekayaan negara seperti korupsi, cyber crime, narkoba, ilegal fishing. Ilegal mining dan kejahatan jalanan," kata dia.

Selain itu, Idham menyampaikan lima komitmennya sebagai kapolri, yaitu engamankan program pembangunan nasional, memantapkan soliditas internal dan sinergitas TNI/Polri, mewujudkan insan bhayangkara yang bersih dan bebas KKN, menuntaskan kasus yang menjadi perhatian publik dan menyiapkan suksesi pimpinan polri selanjutnya.

Idham juga punya tujuh program prioritas untuk menguatkan Polri, diantaranya,

1. Mewujudkan SDM unggul
2. Pemantapan harkamtibnas
3. Penguatan gakum yang profesional dan berkeadilan
4. Pemantapan manajemen media
5. Penguatan sinergi polisional
6. Penataan kelembagaan
7. Penguatan pengawasan

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal