Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Menguatnya indeks saham utama Asia jadi pemicu bursa saham Indonesia dibuka menguat. Investor asing masih terus memburu saham di lantai bursa meski diawal sempat melakukan aksi jual.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Apri 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,496 poin (0,29%) ke level 172,997.
Penguatan ini didorong naiknya harga saham dari 22 emiten syariah. Namun pelaku pasar harus mewaspadai melemahnya harga saham dari 4 emiten syariah dan 9 saham lainnya yang melaju stagnan.
Di sesi pemanasan ini, pelaku pasar sudah mentransaksikan 88,26 juta saham bernilai Rp 17,13 miliar.
Laju positif ISSI tak terbendung di sesi pembukaan. Kali ini ISSI kembali menguat 0,492 poin (0,29%) ke level 172,993.
Pembukaan di zona hijau juga dicetak sejumlah saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali sesi prapembukaan dengan menguat 2,931 poin (0,41%) ke level 723,797
Namun di sesi pembukaan, JII justru bergerak stagnan. Berisi 30 emiten unggulan syariah, JII hanya terangkat 2,931 poin (0,41%) ke level 723,797.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia memang masih menyisakan tren beli pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi prapembukaan dengan menguat 22,286 poin(0,41%) ke level 5.502,317.
Di sesi pembukaan, IHSG masih bergerak menguat 22,147 poin (0,40%) ke level 5.502,178.
Sebanyak 31 emiten sukses mempertahankan laju IHSG di zona hijau. Tekanan hanya berasal dari 5 emiten yang melemah dan 9 lainnya stagnan.
Lantai bursa pagi ini sudah menghimpun dana investor hingga Rp 25,65 miliar dari 95,43 juta saham yang beralihtangan.
Peringatan justru muncul dari aksi investor asing yang kemarin terus melakukan aksi beli. Pagi ini asing sempat membukukan nett sell Rp 3 miliar. Meski pelan-pelan mulai kembali mengoleksi saham.
Dari kawasan regional, pelaku pasar tampaknya bisa bernapas lega. Seluruh indeks saham utama Asia dibuka menguat. Indeks Hang Seng dan Nikkei pagi ini telah menguat 1,16 persen dan 0,77 persen.
Sementara dari pasar keuangan, rupiah sedikit mengalami tekanan pagi ini. Terkoreksi 15 poin (0,12%), rupiah bertengger di level 12.975 per dolar AS.