Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Reem Shamsudeen, Dosen Bahasa Inggris Tak Boleh Sewa Apartemen Di Delhi (hindustantimes.com)
Dream - Seorang dosen muslim penderita tunanetra asal Kerala, Reem Shamsudeen, 30 tahun, tidak bisa menyewa sebuah apartemen di Delhi. Padahal, dia butuh tempat tinggal selama mengajar di Universitas Delhi.
Pemilik apartemen sewaan tidak mau memberikan kunci kepada Shamsudeen. Alasannya, pemilik apartemen tidak menyewakan apartemennya kepada Muslim.
Hal ini membuat Shamsudeen merasa mendapat perlakuan diskriminatif. Alhasil, dia mengunggah video protes di laman youtube yang ditujukan kepada Menteri Arvind Kekjriwal agar turun tangan menghadapi persoalan ini.
" Tentu ini merupakan pengalaman yang mengejutkan, mengingat Delhi adalah kota kosmopolitan dan metropolitan," ujar Shamsudeen, dikutip dari hindustantimes.com, Senin, 27 Juli 2015.
Shamsudeen merupakan asisten profesor Bahasa Inggris di perguruan tinggi yang berafiliasi dengan Universitas Delhi. Sebelumnya dia tinggal selama delapan tahun di Hyderabad untuk menyelesaikan studi dan meraih tiga gelar, MA, MFil, dan PhD.
" Saya tidak pernah mendapatkan diskriminasi lantaran agama saya," kata Shamsudeen.
Tetapi, perlakuan berbeda justru didapatnya ketika pindah ke Delhi. Padahal, Delhi merupakan kota besar yang seharusnya nilai-nilai toleransi tumbuh subur di sana.
" Saya percaya, Delhi dapat mengakomodasi semua warga negara, Bihari, Bengali, Malayali, Manipuri, Kashmiri, Goan, hitam, putih, pria, wanita, transgender, gai, buta, tuli, tunawisma. Saya berharap tidak ada satupun... yang menghadapi pengalaman memalukan dan tidak manusiawi seperti ini di masa mendatang," ungkap dia.
Video tersebut telah dilihat sebanyak 15.000 pengunjung. Tetapi, tidak ada satupun pejabat universitas mau berkomentar. Pun demikian dengan Shamsudeen sendiri, yang tidak mau memberikan pernyataan lebih lanjut tentang kasus yang dialaminya.
Diduga, Shamsudeen dan para pejabat universitas tidak mau kasus tersebut dipolitisir. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
