Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi
Dream - Penemuan Alquran di Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur, membuat heboh warga. Alquran tersebut mengandung keanehan.
Sejumlah warga yang sempat membaca Alquran itu menduga palsu. Sebabnya, lafal Allah yang ada dalam Alquran tersebut dianggap tidak lazim.
Menurut laman jpnn.com, Alquran tersebut memuat tulisan Wakaf Mushaf Al Madinah. Warga kemudian melaporkan hal itu ke Kementerian Agama Kutai Timur.
Kepala Kemenag Kutai Timur, Ambotang, menjelaskan, Alquran tersebut bersampul warna biru dihiasi tinta emas. Dia mengaku sempat membandingkan Alquran tersebut dengan Alquran yang biasa dipakai di Indonesia.
Menurut Ambotang, terdapat perbedaan dalam penulisan lafal Allah. Lazimnya, lafal Allah ditulis dengan harakat fathah tegak panjang di atas, sedangkan pada Alquran yang dipersoalkan warga tertulis fathah miring.
" Semua kalimat Allah berubah. Sudah kami bandingkan. Yang benar adalah memanjang ke atas. Jika dibaca akan berbeda. Satu Allah atau Alloh dalam bacaan bahasa Arab, satunya Ala," kata Ambotang.
Ambotang mendapat informasi dari warga, Alquran tersebut berasal dari perusahaan tambang. Terdapat stempel perusahaan tersebut di bagian sampul.
Terkait temuan ini, Ambotang mengatakan pihaknya perlu berkonsultasi lebih dulu dengan sejumlah pihak.
" Hal ini akan kami bicarakan internal dulu. Setelah itu, kami akan bahas pada semua tokoh agama, khususnya MUI," tutur dia.
Ambotang meminta warga melapor ke Kemenag jika kembali menemukan Alquran serupa. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya.
" Sangat membahayakan. Ada keganjian di dalamnya. Perlu ditelusuri dulu. Untuk itu, silakan warga menyerahkan kepada kami," kata dia.
Sumber: jpnn.com
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

