6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Polwan Sedang Berjaga (merdeka.com)
Dream - Presiden Joko Widodo menyampaikan kebanggaan atas dinobatkannya Indonesia sebagai negara teraman di dunia versi Gallup's Law and Order Index 2018. Dalam indeks tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-10 dengan total poin 89.
" Ini sebuah capaian yang membanggakan kita semuanya, yang harus kita jaga dan pertahankan," ujar Jokowi saat berpidato dalam upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 11 Juli 2018.'
Jokowi mengatakan prestasi tersebut mampu diraih berkat kerja keras serta dedikasi yang telah diberikan oleh Polri. Dia menyampaikan apresiasi kepada anggota Polri baik yang bertugas di perkotaan hingga di wilayah terpencil, perbatasan, dan pulau-pulau terdepan.
Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan Jokowi atas keberhasilan Polri menjalankan tugas menjaga ketertiban. Terutama pada dua momen besar tahun ini, Ramadan dan Pilkada serentak 2018.
" Saya menyampaikan apresiai kepada anggota Polri yang telah bekerja keras agar penyelenggaraan Pilkada serentak di 171 daerah bisa berjalan dengan aman dan tertb," ucap Jokowi.
Indeks Negara Aman Dunia yang dirilis lembaga survei Gallup, peringkat pertama ditempati Singapura dengan 97 poin. Posisi kedua dan ketiga diisi Norwegia dan Islandia dengan 93 poin.
Indeks ini disusun berdasarkan survei yang dijalankan pada 2017. Survei tersebut menggunakan metode wawancara langsung maupun lewat telepon terhadap 148.000 responden pada kisaran usia 15 ke atas dari 142 negara.
Indikator yang dipakai adalah rasa nyaman penduduk dengan polisi setempat, rasa aman saat berjalan sendirian di malam hari, seberapa sering mengalami pencurian, serta pengalaman diserang atau dirampok.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
