Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Korban Gempa Ambon (Foto: Istimewa)
Dream - Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter, mengguncang Ambon Kamis, September 2019, pagi tadi sekitar pukul 07.39 WIB.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melaporkan data terbaru pukul 18.00 WIB menunjukan jumlah korban meninggal mencapai 20 orang.
" Total korban meninggal dunia akibat gempa bumi 6,8 skala Richter sebanyak 20 orang," kata Agus, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 September 2019.
Agus mengatakan, korban luka berjumlah 107, yang terdiri enam orang luka ringan di Kampung Iha Desa Liang, 100 orang luka-luka akibat gempa di Desa Liang, 1 orang luka berat di Desa Waisama, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Beberapa rumah dan fasilitas publik rusak parah. Tersebar di Dusun Tanah Merah, Kampung Iha, Dusun Waihula, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah. Pengungsi diperkirakan kurang lebih 2.000 jiwa.

Agus menyebut, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan pengunsi diantaranya, selimut, pakaian hangat, terpal, minuman, dan kebutuhan lain.
Berikut data korban meninggal yang disampaikan BNPB. Di wilayah Batu Kuda Tial korban meninggal dunia sebanyak tiga orang, di Lembah Agro seorang bayi tewas.
Korban tewas yakni Narti dan Frans Masi. Kemudian, 6 lain yang tewas di Desa Liang yakni Halimah Samual, La Na'i, Wa Ona, Anisa Maruapey, Hamid Laisou dan cucu Hasam Laisou.
Tiga orang meninggal dunia di Desa Waai yakni Tine Tuasela, Semi Kadidu dan Minggus Souhoka.
Sementara itu, di Waisamu, Seram Barat, ada tiga orang meninggal dunia yakni Sansia, Aditya dan Johan. Sementara, ada dua orang belum teridentifikasi.
Dream - Warga Ambon dikejutkan dengan gempa yang terjadi sekitar pukul 06.46 WIB, Kamis 26 September 2019. Gempa itu tercatat bermagnitudo 6,8 dengan kedalaman 10 kilometer.
" Hasil analisis http://realtime.inasafe.org menunjukkan bahwa gempa ini terjadi di darat dengan intensitas maksimum VII-VI MMI," ujar Plt Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Kamis 26 September 2019.

Dampak gempa di Univeristas Cendrawasih
Dengan intensitas tersebut, kata Agus, membuat kerusakan pada sejumlah bangunan karena kuatnya goncangan. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan yakni University Pattimura.
" Laporan kerusakan terkini dari Pusdalops BNPB, 1 jembatan retak (rusak ringan) di Ambon, 1 bangunan Universitas Pattimura rusak ringan," kata dia.
Nilai ini menunjukkan goncangan kuat dan kemungkinan membuat kerusakan untuk bangunan yang tidak tahan gempa.
Dream - Gempa berkekuatan 5,1 magnitudo terjadi di Maluku Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 12.38 WIB.
" Lokasi berada di 7.54 LS, 130.55 BT (96 kilometer barat laut Maluku Tenggara)" tulis BMKG, Jumat, 30 Agustus 2019.
Gempa tersebut tercatata berada di kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dilaporkan tidak berpotensi tsunami.
#Info Gempa Mag:5.1, 30-Aug-19 12:38:31 WIB, Lok:7.54 LS,130.55 BT (96 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT), Kedlmn:10 Km #BMKG pic.twitter.com/ZPuOxxPfG1
— BMKG (@infoBMKG)August 30, 2019
Dream - Gempa berkekuatan 4,0 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 23 Agustus 2019, pukul 11.10.59 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala Balai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho menyebut, analisis BMKG menunjukkan, gempabumi tersebut berpusat di koordinat 6.7 LS - 106.51 BT.
" Tepatnya berada di Darat pada jarak 101 kilometer barat daya Kabupaten Bogor Raya dengan kedalaman lima kilometer," ujar Hendro.
Hendro mengatakan, ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalamannya hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal. Gempa tersebut diakibatkan aktivitas sesar Citarik.
" Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas II - III MMI, di Ciptagelar dengan Skala Intensitas III MMI, di Panggarangan Jatake, Cikotok dan Bogor dengan Skala Intensitas II - III MMI," ucap dia.
Hendro menyebut, laporan yang dibuat pukul 11:35 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). " Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut," ujar dia.
Dream – Gempa bermagnitudo 6,8 M mengguncang Ambon, Maluku, tadi pagi, Kamis 26 September 2019. Setelah gempa, Bandara Pattimura Ambon, tetap beroperasi normal.
“ Penerbangan dari dan menuju fasilitas Bandara Pattimura juga masih berlangsung normal atau sesuai jadwal,” kata Corporate Secretary PT Angkasa I (Persero), Handy Heryudhitiawan, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.
Handy mengatakan tak ada kerusakan bandara, baik area landside maupun airside. Dia mengatakan ada sedikit keretakan di bagian gedung pemadam kebakaran dan ruangan watchroom.
Pengelola dan stakeholder bandara, lanjut Handy, senantiasa menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jasa dengan berkoordinasi ketat untuk mengimplementasikan prosedur keselamatan dan keamanan yang teruji.
Seluruh penumpang yang akan terbang dari dan menuju Ambon, diharapkan untuk terus memantau status penerbangan melalui pihak maskapai.
“ Atau dapat mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan contact center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter atau @AngkasaPura172,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya