Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Pada Kamis 26 September 2019 lalu, Ambon diguncang gempa pada pukul 06.46 WIT. Gempa itu tercatat bermagnitudo 6,8 dengan kedalaman 10 kilometer.
Plt. Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan laporan BPBD Provinsi Maluku per 29 September 2019 pukul 07.00 WIT korban meninggal dunia bertambah menjadi 30 orang.
" Untuk korban luka-luka 165 orang," ujar Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 September 2019.
Berikut 30 Identitas korban meninggal dunia.
Kota Ambon, 10 Meninggal dunia, Luka-luka 31 orang.
1. JN (balita)
2. Mateis Pieter Frans
3. HI. Kebo
4. Narti Rumain
5. Frans Massi
6. Messy Lethora
7. AM (balita)
8. Jahia
9. M Zulkarnaen Holle
10. F (balita)

Untuk Kabupaten Seram Bagian Barat, ada 17 orang yang terluka. Sementara, 6 orang meninggal dunia. Berikut nama-namanya.
1. Samsia
2. Johan Pelana
3. Neles Kainama
4. Petronela Sahetapy
5. Karel Muster
6. Tuniasu
Untuk kawasan Kabupaten Maluku Tengah, ada 108 korban luka. Lalu korban meninggal dunia 14 orang, berikut identitasnya.
1. Hamid Waitawa
2. Aisa Maruapey
3. La Nai
4. Tine Tuasela
5. Minggus Souhoka
6. Sami Kadidu
7. Halima Samuel
8. Wa Ona
9. Hasam Laisow
10. Hamid Laisow
11. La Ode Ana Gani
12. Mansur Marasabessy
13. Nabir Bugis
14. Salbia Olong
(mut)
Dream - Warga Ambon dikejutkan dengan gempa yang terjadi sekitar pukul 06.46 WITA, Kamis 26 September 2019. Gempa itu tercatat bermagnitudo 6,8 dengan kedalaman 10 kilometer.
" Hasil analisis http://realtime.inasafe.org menunjukkan bahwa gempa ini terjadi di darat dengan intensitas maksimum VII-VI MMI," ujar Plt Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Kamis 26 September 2019.

Dampak gempa di Univeristas Cendrawasih
Dengan intensitas tersebut, kata Agus, membuat kerusakan pada sejumlah bangunan karena kuatnya goncangan. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan yakni University Pattimura.
" Laporan kerusakan terkini dari Pusdalops BNPB, 1 jembatan retak (rusak ringan) di Ambon, 1 bangunan Universitas Pattimura rusak ringan," kata dia.
Nilai ini menunjukkan goncangan kuat dan kemungkinan membuat kerusakan untuk bangunan yang tidak tahan gempa.
Dream - Gempa berkekuatan 5,1 magnitudo terjadi di Maluku Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 12.38 WIB.
" Lokasi berada di 7.54 LS, 130.55 BT (96 kilometer barat laut Maluku Tenggara)" tulis BMKG, Jumat, 30 Agustus 2019.
Gempa tersebut tercatata berada di kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dilaporkan tidak berpotensi tsunami.
#Info Gempa Mag:5.1, 30-Aug-19 12:38:31 WIB, Lok:7.54 LS,130.55 BT (96 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT), Kedlmn:10 Km #BMKG pic.twitter.com/ZPuOxxPfG1
— BMKG (@infoBMKG)August 30, 2019
Dream - Gempa berkekuatan 4,0 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 23 Agustus 2019, pukul 11.10.59 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala Balai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho menyebut, analisis BMKG menunjukkan, gempabumi tersebut berpusat di koordinat 6.7 LS - 106.51 BT.
" Tepatnya berada di Darat pada jarak 101 kilometer barat daya Kabupaten Bogor Raya dengan kedalaman lima kilometer," ujar Hendro.
Hendro mengatakan, ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalamannya hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal. Gempa tersebut diakibatkan aktivitas sesar Citarik.
" Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas II - III MMI, di Ciptagelar dengan Skala Intensitas III MMI, di Panggarangan Jatake, Cikotok dan Bogor dengan Skala Intensitas II - III MMI," ucap dia.
Hendro menyebut, laporan yang dibuat pukul 11:35 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). " Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya