Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Mynewshub.cc)
Dream - Kasus kematian seekor harimau Sumatera yang dibunuh warga desa di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan media Malaysia.
Laman media Malaysia, Mynewshub.cc menyoroti aksi warga desa yang membunuh harimau tersebut karena dianggap sebagai mahluk jadi-jadian alias siluman.
Harimau jantan dari spesies yang terancam punah itu dibunuh setelah ditombak Penduduk di Desa Hatupangan, Batang Natal, Mandailing Natal. Warga juga mengeluarkan isi perut dari si kucing besar itu.
Seolah belum puas, penduduk kemudian menggantung bangkai hewan malang itu di balai desa sebagai tontonan warga pada hari Minggu lalu.
Camat Batang Natal, Lion Muslim Nasution, mengatakan warga mengetahui jika Harimau Sumatera adalah spesies terancam dan dilindungi negara. Tapi mereka terlanjur ketakutan karena muncul desas-desus adanya siluman yang berkeliaran di Desa Hatupangan.
" Harimau itu tidur di bawah rumah sebelum beberapa penduduk menikam perutnya beberapa kali menggunakan tombak," katanya.
© (Foto: mynewshub.cc)
Dream - Sementara itu, Direktur Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, mengatakan beberapa hari sebelum kejadian tersebut pihaknya berusaha memberi peringatan kepada warga agar tidak membunuh harimau tersebut.
" Kami, termasuk personal TNI, sudah berbicara dengan warga tapi mereka tidak mendengar saran kami.
" Setelah membunuh binatang tersebut, warga menggantung bangkainya untuk jadi tontonan. Ini benar-benar sangat disesali," jelasnya.
Sianturi juga menemukan beberapa bagian tubuh binatang malang itu hilang, seperti kulit, kuku, dan taring.
Harimau Sumatera, oleh kelompok International Union for Conservation of Nature, masuk dalam kategori hewan langka dan terancam punah.
Hewan ini jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari 600 ekor saja yang hidup di alam liar.
(Sah/Sumber: Mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya