JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Presiden Jokowi (Facebook/Presiden Joko Widodo)
Dream - Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal kabar hoaks yang menyebut dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Meski kabar itu tidak benar, tetap saja membuat Jokowi jengkel.
" Ini masih tentang hoaks. Terus terang, kadang-kadang saya pun merasa jengkel," ujar Jokowi di akun Facebook resmi Presiden Joko Widodo, diakses pada Rabu, 7 Maret 2018.
Jokowi mengaku sempat dituduh sebagai anggota PKI. Padahal, dia lahir pada 1961, empat tahun sebelum partai terlarang itu dibubarkan pemerintah pada 1965.
" Masak ada PKI balita? Itu yang memfitnah ngawur," kata Jokowi.
Jokowi mengakui kejengkelannya itu memang tidak akan berguna jika diluapkan. Bagi dia, masyarakat harus tetap diingatkan agar tidak termakan kabar bohong.
" Sekarang saya juga blak-blakan, kalau tidak diingatkan seperti itu masih ada yang percaya juga," ucap Jokowi.
Presiden mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar bohong. Dia juga mengimbah masyarakat tak saling mencela dan menjelekkan sesama saudara sebangsa dan setanah air.
Pada unggahan sebelumnya, Jokowi tidak lelah mengingatkan dampak buruk berita hoaks. Jika dibiarkan, hoaks bisa memecah belah bangsa.
" Penyebaran berita bohong dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Jadi ya hati-hati. Entah motifnya ekonomi, motif politik, tidak boleh seperti itu," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi sudah memerintahkan polisi mengejar dan menangkap para penyebar hoaks. Meski sudah terjadi penangkapan, bukan berarti media sosial menjadi tenang.
" Kabar-kabar bohong masih hangat. Saya perintahkan untuk diselesaikan sampai tuntas supaya benar-benar adem," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
