Kabar Melegakan Temuan Terbaru Dugaan Varian Delta Plus di Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 3 Agustus 2021 14:01
Kabar Melegakan Temuan Terbaru Dugaan Varian Delta Plus di Indonesia
Data pemeriksaan molekuler menyebutkan dua sampel di Jambi ternyata adalah varian lokal.

Dream - Temuan varian Delta Plus sempat membuat heboh. Isu ini mencuat setelah tersiar kabar adanya tiga sampel yang diklaim merupakan varian Delta Plus, mutasi terkini virus corona dengan kode AY.1.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, sempat menyatakan sampel didapat dari dua tempat. Rinciannya, 1 sampel kasus dari Mamuju sementara 2 lainnya dari Jambi.

Dari hasil pengujian, Amin meralat pernyataannya tersebut. Berdasarkan hasil kajian molekuler secara mendalam, ternyata dua kasus di Jambi adalah varian lokal dengan kode B.1466.2.

" Ada perubahan berdasarkan kajian molekuler lebih dalam, ternyata Delta Plus itu baru satu, yaitu yang di Mamuju," ujar Amin.

Dengan perubahan data ini, infeksi varian Delta Plus yang terdeteksi di Indonesia dipastikan baru satu kasus. Delta Plus sendiri merupakan varian hasil mutasi dari varian Delta yang memiliki kemampuan menular lebih cepat.

 

1 dari 4 halaman

Tak Bisa Disebut Lebih Berbahaya

Amin menerangkan varian Delta Plus memiliki unsur yang sama dengan Delta namun mengalami tambahan satu mutasi. Asam amino leusin di bagian protein pada varian Delta berganti dengan Asparagin (N) pada varian Delta Plus.

Soal dugaan lebih berbahaya, Amin menyatakan pihaknya belum memiliki cukup bukti. Sebab, sampel yang dapat ditemukan masih sedikit.

" Jumlah isolatnya juga masih sedikit," kata dia.

Lebih lanjut, Amin menyoroti kasus varian Delta yang ada di Indonesia. Menurutnya belum ada data ilmiah yang menyatakan jenis ini bisa menyebabkan gejala lebih berat.

Dari data pengamatan di kasus Delta di Indonesia juga, Amin menyebut tidak semuanya berat. Pun demikian, pasien yang mengalami gejala berat tidak semua karena varian Delta.

" Jadi, hubungan Delta dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas untuk Indonesia itu belum ada dukungan bukti yang kuat," kata Amin, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Fakta-fakta Virus Covid-19 Varian Delta Plus

Dream - Sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Inggris beberapa bulan lalu sudah memperbolehkan warganya untuk melepas masker. Rupanya, kondisi penularan virus Covid-19 varian delta membuat angka kasus Covid-19 kembali naik di negara tersebut.

Varian virus Covid-19 khususnya delta memang kini tengah jadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Saat ini, dikutip dari Medical News Today, ada 11 varian virus SARS-CoV-2 yang dipantau oleh WHO.

Salah satu varian ini, varian delta — juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.617.2 — pertama kali diidentifikasi di India pada Desember 2020 dan dengan cepat menjadi varian paling umum di negara tersebut.

Kasus menunjukkan menunjukkan peningkatan transmisi 40-60%, dibandingkan dengan varian alfa yang dominan sebelumnya. Sementara itu, para peneliti baru-baru ini mengidentifikasi varian delta plus, juga dikenal sebagai B.1.617.2.1 atau AY.1.

 

3 dari 4 halaman

Turunan dan Varian Delta

Badan kesehatan pemerintah Inggris, Public Health England pertama kali menyatakannya sebagai “ variant of concern” dalam briefing 11 Juni, dan pada 22 Juni, otoritas India mengikutinya.

Penampakan virus corona varian Delta.© Instagram @rizaputranto

Sejak itu, 11 negara telah melaporkan 197 kasus kolektif COVID-19 yang disebabkan oleh varian delta plus SARS-COV-2. Varian delta plus adalah turunan dari varian delta.

Perbedaannya dengan varian delta biasa adalah mutasi tambahan, K417N, pada protein lonjakan virus. Protein tersebut memungkinkan virus juga menginfeksi sel-sel sehat.Mutasi ini juga ditemukan pada varian beta dan gamma, yang pertama kali diidentifikasi oleh peneliti di Afrika Selatan dan Brasil.

 

4 dari 4 halaman

Menunjukkan Peningkatan Penularan

Menurut WHO untuk saat ini, varian delta plus menyumbang sebagian kecil dari urutan delta. Meski demikian tetap jadi perhatian karena telah menunjukkan peningkatan penularan.

Selain itu, karena India telah melabeli varian ini sebagai 'variant of concern', konsorsium SARS-CoV-2 di negara tersebut (INSACOG) mendedikasikan 28 laboratorium untuk pengurutan seluruh genom virus SARS-CoV-2 dan mengikuti evolusi delta plus.

INSACOG mencantumkan kekhawatiran berikut mengenai varian delta plus:
- peningkatan transmisibilitas
- ikatan yang lebih kuat dengan reseptor sel paru-paru
- berpotensi mengurangi respons antibodi monoklonal

Ahli virologi dr. Jeremy Kamil, dari Louisiana State University Health Sciences Center, mengungkap bahwa varian delta plus mungkin sedikit lebih mudah menjangkit mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya.

" Atau mereka yang kekebalannya lemah, atau vaksinnya belum lengkap," kata dr. Jeremy.

Beri Komentar