Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Jeddah Daily)
Dream - Distrik Hindawiyah menjadi ironi di tengah gemerlapnya Kota Jeddah, Arab Saudi. Di tengah gencarnya pembangunan Jeddah, distrik itu seolah tak tersentuh kebijakan pemerintah Negeri Petro-Dolar itu.
Laman Saudi Gazette, Senin 9 Juni 2014, memberitakan kondisi distrik itu sangat memprihatinkan. Banyak penduduk tak betah lagi tinggal di sana. Berduyun-duyun keluar dari distrik di sebelah selatan Jeddah ini.
Hindawiyah merupakan salah satu wilayah permukiman tertua di Jeddah. Dulunya, lingkungan Hindawiyah sangat aman. Saking amannya, warga tak perlu mengunci pintu saat tidur.
Namun, situasi itu kini jauh berubah. Warga harus mennggembok rapat-rapat pintunya. Bahkan warga seolah harus tidur di dalam kerangkeng besi jika ingin selamat dari para perampok.
Itulah sekelumit cerita Hindawiyah dari seorang warga bernama Hayat Ibrahim. Perempuan ini sudah tinggal di lingkungan itu selama lebih dari setengah abad.
" Warga mengeluhkan layanan air dan listrik di samping kurangnya layanan pembuangan sampah, dan situasi keuangan kami tidak memungkinkan kami untuk pindah ke daerah lain," kata Hayat.

Lingkungan Hindawiyah. Foto: Saudi Gazette
Hayat tinggal bersama paman dan ketiga putranya. Di lingkungan kumuh itu, dia harus merawat sang paman yang kehilangan kami karena ampuitasi.
Saking tak terpeliharanya lingkungan itu, banyak tikus berseliweran. Tak hanya di rumah-rumah, binatang pengerat itu tak sungkan berlarian di tengah gang-gang sempit perumahan.
" Tikus-tikus itu memakan semuanya dan termasuk bayi yang baru dilahirkan," tambah Hayat.
Tikus-tikus itu pantas saja betah di sana. Sebab, samapah-samapah rumah tangga memang berserak di tepi jalan. Warga hanya membuang sampah di trotoar hingga menggunung. Sementara truk sampah tak rutin datangnya.
" Pemerintah Kotamadya Jeddah telah mengaspal sebagian jalan di sini dan terakhir kali jalanan di lingkungan ini diaspal lima belas tahun silam," tutur Hayat.
Kepala Dewan Kota Jeddah, Abdulmalik Al-Junaedi, mengatakan anggota Dewan sebenarnya rutin mengevaluasi kondisi lingkungan yang terus memburuk itu. Dewan juga telah menyerahkan rekomendasi untuk perusahaan air dan listrik serta badan terkait lainnya.
Junaedi mengatakan jaringan air di Hindawiyah akan diganti dan pengerjaan sistim pembuangan sampah akan segera diselesaikan. " Tikus-tikus itu masalah kotamadya," ujar Junaedi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya