Identifikasi Korban Lion Air JT610 Ditutup, Jasad Pilot Dikenali

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 23 November 2018 14:37
Identifikasi Korban Lion Air JT610 Ditutup, Jasad Pilot Dikenali
Dari 189 penumpang awak pesawat Lion Air JT6109, hanya 125 orang yang berhasil terindentifikasi. Sebanyak 64 lainnya belum diketahui.

Dream - Tim operasi DVI Polri memutuskan untuk menghentikan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin, 29 Oktober 2018.

Kapusdokkes Polri, Brigjen Arthur Tampi mengatakan, saat ini baru 125 korban yang berhasil diidentifikasi. Data tersebut nantinya akan diserahkan ke maskapai Lion Air untuk ditindak lanjuti.

Dengan hasil tersebut, artinya ada sebanyak 64 penumpang dan kru pesawat Lion Air JT610 yang belum teridentifikasi. 

" Semua tahapan Operasi DVI pada korban jatuhnya pesawat Lion Air dengan resmi dinyatakan ditutup," kata Arthur, Jumat, 23 November 2018.

Arthur menjelaskan, ada 196 kantong jenazah yang masuk ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. Meski demikian, hanya ada 125 korban yang teridentifikasi.

" Sesuai ketentuan dan prosedur, sebelum ekspos dari hasil rekonsiliasi, kita sampaikan juga ke keluarga. Khusus pagi ini kita komunikasi dengan keluarga mengingat ini hari terakhir untuk hasil pemeriksaan body part yang dievakuasi ke RS Polri, kita sampaikan hasil proses identifikasi selama ini," ucap dia.

Arthur berujar, apabila dikemudian hari ada temuan body part dari penumpang pesawat Lion Air JT 610 oleh nelayan atau pihak manapun, tim DVI akan melakukan identifikasi.

 

1 dari 4 halaman

Jasad Pilot Lion Air JT610 Teridentifikasi

Kepala Pusdokkes Polri Brigjen Polisi Arthur Tampi menambahkan jenazah mendiang Bhavye Suneja yang merupakan pilot pesawat Lion Air dengan nomor register PK-LQP telah teridentifikasi bersama 16 korban lainnya.

" Ini tercatat sebagai pilot," ujar Arthur saat menyebut nama Suneja serta 16 korban yang teridentifikasi.

Arthur menerangkan, operasi DVI Lion Air PK-LQP dilakukan selama 24 hari terhitung mulai 29 Oktober hingga 23 November 2018. Hasilnya, 125 dari 189 penumpang serta kru pesawat berhasil teridentifikasi. Rinciannya, sebanyak 89 orang berjenis kelamin laki-laki dan 36 lainnya perempuan

" Kami sudah berupaya maksimal," kata Arthur.

Dari jumlah 125 jenazah yang teridentifikasi tersebut, ada dua jenazah yang merupakan warga negara asing yaitu, warga Italia (Andrea Manfredi) dan warga India (Bhavye Suneja) sementara sisanya adalah WNI.(Sah)

2 dari 4 halaman

Hasil Sementara Investigasi Jatuhnya Lion Air JT610

Dream - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI. Dalam pertemuan itu, KNKT menjelaskan sejumlah hasil penyelidikan sementara.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, pihaknya sedang memaksimalkan hasil investigasi meski bahannya terbatas.

" Pembacaan black box akan disampaikan ke masyarakat tanggal 28 November 2018. Ini data black box soal data kecelakaan. Apabila lihat grafik, nanti ada biru adalah ketinggian, hijau adalah kecepatan," kata Nurcahyo, dikutip dari Liputan6.com, Kamis, 22 November 2018.

Nurcahyo memberi bocoran informasi, dari Flight Data Recorder (FDR) tampak ada perbedaan respons antara pilot dan kopilot Lion Air JT 610 begitu pesawat bergerak.

 

3 dari 4 halaman

Kondisi Pesawat Sebelum Jatuh

Nurcahyo mengatakan, setelah terbang, pesawat Lion JT 610 tersebut mengalami stick shacker, yaitu kondisi kemudi di sisi pilot mulai bergetar.

Getaran ini menjadi peringatan untuk pilot bahwa pesawat akan mengalami stall atau kehilangan daya angkat.

" Kemudian pesawat Lion Air JT 610 terus terbang kemudian sempat menurun sedikit, kemudian naik lagi dan kemudian kira-kira terbang di ketinggian 5.000 kaki," ujar dia.

Pada ketinggian itu, pesawat kehilangan daya angkut melalui automatic system. Akibatnya, hidung pesawat otomatis turun.

" Jadi hal ini kemungkinan disebabkan karena angle of attack di tempatnya kapten menunjukkan 20 derajat lebih tinggi," terangnya.

 

4 dari 4 halaman

Pilot Sempat Kembalikan Posisi Pesawat

Meski sempat turun, dari catatan FDR, pilot JT 610 mencoba melawan situasi ini. Dia berusaha menaikkan kembali posisi pesawat.

Tetapi, hal itu tidak bertahan lama. Hingga pada akhirnya pesawat kehilangan daya angkut dan jatuh.

" Dari data mesin yang kita peroleh bahwa antara mesin kiri dan kanan, hampir semua penunjuk mesin menunjukkan angka yang konsisten. Jadi kami bisa simpulkan bahwa mesin tidak terjadi kendala di dalam penerbangan ini," ujar Nurcahyo.

KNKT rencananya akan memaparkan hasil investigasi kecelakaan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 28 November 2018.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Pradiptya)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik