Ini Penyakit Setya Novanto Hingga Harus Dibawa ke RSPAD

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 27 Desember 2019 18:00
Ini Penyakit Setya Novanto Hingga Harus Dibawa ke RSPAD
Setya Novanto telah melakukan beberapa pemeriksaan tes kesehatan

Dream - Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala, mengaku sudah bertemu dengan terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, di RSPAD Gatot Subroto. Menurut dia, Novanto memang butuh perawatan intensif.

" Iya beliau cerita penyakitnya yang sudah diderita sejak lama," ujar Adrianus dikutip dari Liputan6.com, Jumat 27 Desember 2019.

Menurut Adrianus, terpidana yang karib disapa Setnov itu mengaku memeriksakan kondisi jantungnya yang sudah bermasalah sejak lama. Setnov akan melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

" Katanya dia mau cek jantung, cek penyebab demam, dan cek lumbal," kata dia. Adrianus memastikan tidak ada maladministrasi yang dilakukan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

1 dari 4 halaman

Dijaga Dua Petugas Lapas

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat Kementerian Hukum dan HAM, Liberty Sintinjak, belum dapat memastikan berapa lama Setnov akan menjalani perawatan.

" Tanya dokternya. Kalau enggak sembuh saya tarik? Tunggu kata dokter bawa pulang. Nunggu nanti dokter saya kirim lagi ke sini, dokter Lapas Sukamiskin. Karena kalau bisa dibawa pulang ya bawa pulang," kata dia.

Selama menjalani perawatan, Setnov dijaga dua petugas dari lapas Cipinang, Jakarta Timur.

" Hanya pengawal, ada 2 dari lapas Cipinang. Boleh (ditemani pihak keluarga). Tapi tidak perlu banyak-banyak. Tapi itu dokter yang menentukan," ujar dia.

(Sumber: Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

2 dari 4 halaman

Setya Novanto Jual Tanah Buat Cicil Pengganti E-KTP

Dream - Terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) menyerahkan sertifikat tanah miliknya di Kawasan Jatiwaringin, Bekasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tanah yang sudah dibayar oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) senilai Rp6.435.322.000.

Uang itu merupakan cicilan uang pengganti dari Setnov ke KPK untuk kasus e-KTP.

" KPK telah menerima pembayaran uang pengganti tersebut melalui setoran, disampaikan pada rekening penampungan KPK untuk selanjutnya segera disetor ke kas negara," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, ke Liputan6.com, Senin, 12 November 2018.

Febri mengatakan, uang itu didapat dari hasil penjualan tanah milik Setnov untuk proyek kereta cepat. Dia menyebut, tim jaksa eksekusi KPK akan menyerahkan sertifikat tanah pada BPN Bekasi sebagai tindak lanjut pembayaran ganti rugi.

" Kantor BPN Bekasi membayarkan uang pengganti untuk tanah Setya Novanto yang dilewati jalur kereta cepat Bandung-Jakarta sebesar Rp6.435.322.000," ucap dia.

 

 

3 dari 4 halaman

Total Harus Mengganti Rp108 Miliar

Setnov sebelumnya telah mencatatkan uang cicilan ke KPK. Uang itu didapat dari penyitaan KPK atas uang mantan Ketua DPR Setya Novanto, sebesar Rp862 juta.

Selain itu, uang cicilan KPK sudah mencapai miliaran rupiah. Pertama Setnov telah mencicil uang sebesar Rp5 miliar, US$100 ribu setara Rp1,4 miliar, serta Rp1,1 miliar. Rencananya, Setnov berencana menjual rumah di Cipete, namun belum terealisasi.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor mewajibkan Setnov membayar uang pengganti senilai US$7,3 juta, setara Rp71 miliar untuk kurs tahun 2010. Setnov juga dikenai penjara selama 15 tahun.

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

4 dari 4 halaman

Ke Mana Benjolan 'Bakpao' Setya Novanto?

Dream - Puluhan orang melangkah gegas. Berduyun keluar gedung, menyusuri lorong berliku. Dua polisi berseragam cokelat berada paling depan, membuka jalan. Beberapa mengekor di belakang. Pengawalan sangat ketat.

Di tengah rombongan, pria bekemeja putih duduk di kursi roda, didorong perempuan berhijab. Wajah tak terlihat. Bukan karena tenggelam dalam keremangan malam, tapi ditutup koran lebar. di sepanjang lorong, tak tampak muka.

Paras boleh saja bersembunyi. Tapi semua orang tahu, bahkan yakin, pria paruh baya yang dibawa keluar dari RSCM Kencana itu adalah Setya Novanto. Ketua DPR yang lagi tersandung masalah korupsi.

Novanto memang tengah jadi sorotan. Pria yang beken dengan panggilan Setnov itu terus menjadi topik hangat di berbagai tongkrongan. Mulai pembahasan serius orang berdasi, sampai obrolan sederhana para kuli di warung kopi.

Sejak tersangkut kasus korupsi e-KTP, memang bayak “ drama” tersaji. Sudah sebelas kali dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, hanya tiga kali datang memenuhi undangan. Delapan di antaranya absen.

Memang Setnov mengajukan alasan. Dia pernah tak datang karena “ menjalankan tugas negara”. Menemui konstituen di Nusa Tenggara Timur. Dia bahkan dua kali tak datang karena masuk rumah sakit.

Sebelumnya, Setnov “ menginap” di Rumah Sakit Premier. Dia menjalani perawatan saat hendak diperiksa sebagai tersangka. Namun, sembuh dan bahkan langsung bisa beraktivitas begitu status tersangka dinyatakan gugur setelah menang dalam praperadilan.

Kali ini, Setnov yang kembali ditetapkan sebagai tersangka mengalami kecelakaan setelah raib sejak saat hendak ditangkap pada hari sebelumnya. Kamis malam itu, mobil Toyota Fotuner hitam yang ditumpangi menabrak tiang lampu di kawasan Permata Hijau.

Sesaat usai kecelakaan itu, pengacara Setnov, Fredrich Yunadi, mengatakan bahwa kondisi kliennya parah. Kepala Ketua Umum Golkar itu terluka. “ Benjol segede bakpao,” kata Fredrich di Rumah Sakit Permata Hijau, Kamis 16 November 2017.

Tentu orang penasaran. Tak sedikit yang menerka seberapa parah kecelakaan itu sampai-sampai kepala Setnov benjol segede itu. Sebab, semini-mininya bakpao, ukurannya lumayan besar. Bila benjol segede bakpao, pasti benturan yang terjadi sangat keras sekali.

Dalam berbagai tayangan televisi, mobil yang yang ditumpangi Setnov memang terlihat ringsek di bagian depan. Namun, kaca utama di depan terlihat masih utuh. Tiang listrik yang ditabrak pun masih " segar bugar" . Tetap tegar berdiri. 

Dalam foto yang beredar, Setnov memang terlihat terbaring lemah di atas ranjang perawatan Rumah Sakit Permata Hijau. Selang pernafasan terpasang di hidung. Lengan kemeja putih digulung sebatas siku untuk memberi ruang jarum infus. Tapi baju itu terlihat bersih, tak terlihat noda darah. Kusut pun tidak.

Namun, pelipis kiri Setnov dibalut perban putih. Agak lebar memang. Tapi tak terlihat benjolan sebesar bakpao yang biasa dijual dengan gerobak di jalanan. Dan, saat dipindah ke RSCM, kepala Setnov dibungkus kain.

Seperti yang sudah-sudah. Berbagai meme menyebar di dunia maya. Semua berisi satire, menyindir kondisi Setnov yang tengah dirawat di rumah sakit. Tapi demikian, semua gambar itu kocak, bahkan bisa mengundang tawa.

Anda pasti sudah melihat meme-meme “ kreatif” itu. Atau bahkan turut ngakak menertawakannya. Ada yang membuat gambar tiang listrik di atas kasur dan dilarikan ke UGD. Ada pula gambar tiang listrik di atas liang lahat. Dan ada pula bakpao yang ditaruh di atas kepala Setnov yang terbaring di atas ranjang.

Bila Anda senang main game, pasti tahu dengan permainan tiang listrik yang muncul setelah kecelakaan itu. Sang pembuat aplikasi ini memang mengaku game ada bukan karena kecelakaan Setnov. Melainkan karena hashtag tiang listri yang jadi trending topic usai insiden itu.

Tak hanya itu. Jarum infus yang terpasang di lengan Setnov juga tak luput dari sorotan. Jarum itu beda dengan yang terpasang saat Setnov drawat di RS Premier. Kali ini, jarum yang terpasang warna kuning, khusus untuk infus bayi dan anak-anak.

Fredrich tak mau ambil pusing dengan sorotan ini. “ Karena dia kan memang bayi, gitu saja. Dia sendiri kan bayi," ucap Fredrich usai menjenguk Setnov di RSCM, Sabtu 18 November 2017.

Dan malam tadi, suami Deisti Astriani Tagor itu dibawa dari RSCM Kencana ke KPK. Dikawal ketat. Bukan dalam kapasitas Ketua DPR. Namun sebagai tersangka korupsi, yang diduga merugikan negara Rp2,3 triliun. Muka Setnov pun ditutup saat meninggalkan rumah sakit itu.

Tapi lihatlah, semua terbuka saat Setnov tiba di Gedung KPK dengan rompi oranye itu. Mukanya tak lagi ditutup. Tak terlihat perban. Apalagi bungkus kain seperti saat dipindah dari Permata Hijau ke RSCM. Wajah yang malam tadi dihujani kerlap lampu blitz itu memang agak terlihat kesan merah kebiruan di atas pelipis kiri itu. Tapi tak terlihat bengkak. Apalagi segede bakpao.

Lalu, ke mana “ benjolan bakpao” itu? [crosslink_1]

Beri Komentar