Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Di Acara AJC Forum (Foto: Youtube AJC)
Dream - Kunjungan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ualam (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum, Minggu 10 Juni 2018, di Yerusalem, menuai polemik di Tanah Air. Namun, Yahya punya penjelasan.
"Beberapa orang di sini kagum dengan keputusan saya untuk datang, karena mereka pikir kedatangan saya akan menyebabkan saya bahaya, berpikir banyak umat Muslim mengancam kematian," kata Yahya, dikutip dari ABC News, Selasa 12 Juni 2018.
Menurut Yahya, konflik Israel-Palestina bukan satu-satunya fokus perjalanannya. Sebaliknya, dia ingin mengajak kerjasama antariman sebagai dasar untuk menyelesaikan konflik, termasuk konflik Myanmar.
"Kita menghadapi masalah peradaban di sini, yang terkait dengan agama," kata Yahya.
Karena kondisi inilah, Yahya mengatakan ingin mengidenfikasi bagian-bagian yang dianggapnya bermasalah, termasuk interaksi umat Islam dengan non-Muslim. Yahya mengatakan perlu ada wacana baru untuk mengakui hubungan Muslim dan non-Muslim agar dapat berdampingan dengan damai.
"Elemen dasar ini mengandung probelmatika karena mereka tidak sesuai dengan realitas peradaban kita saat ini," ujar dia.
Dalam video yang diunggah Youtube, AJC Global, Yahya berbincang dengan Direktur Hubungan Antaragama AJC International, Rabi David Rosen. Dalam video berdurasi 14 menit 36 detik itu, muncul beberapa kata kunci pembahasan.
Laman NuOnline memetakan percakapan Yahya dan David menggunakan Computer Assited Qualitative Data Analysis (CAQDAS). Hasilnya, ditemukan kata-kata yang paling banyak dibahas yaitu, Gus Dur (16,67 persen), agama (13,64 persen), dan rahmah (12,12 persen).
Dalam dialog itu, Yahya berpesan untuk semua orang memilih konsep rahmah atau kasih sayang.
"Jika kita memilih rahmah, baru kita bisa berbicara soal keadilan. Karena keadilan bukan hanya merupakan sesuatu yang kita inginkan, tapi juga tentang kemauan untuk memberikan keadilan bagi orang lain," kata Yahya.
"Jadi, jika saya harus berseru pada dunia, aku ingin menyerukan pada dunia: `Mari memilih rahmah`," ujar dia.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya