Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

54 Ribu Tahanan di Iran Dibebaskan Sementara Agar Tak Tertular Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Maret 2020 19:01
54 Ribu Tahanan di Iran Dibebaskan Sementara Agar Tak Tertular Virus Corona
Para tahanan dibolehkan keluar penjara setelah dinyatakan negatif corona.

Dream - Virus corona tengah mewabah dan menewaskan puluhan orang di Iran. Sejumlah pejabat Negeri Mullah turut terinfeksi virus ini, bahkan ada yang sudah meninggal.

Untuk mencegah penularan virus ini, Iran memutuskan membebaskan 54 ribu tahanan untuk sementara waktu. Ini agar para tahanan tidak tertular infeksi Covid-19.

Juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili, menerangkan tahaman dibolehkan keluar penjara setelah dinyatakan negatif dari Covid-19 usai pemeriksaan dan memberikan jaminan. Tetapi, tahanan dalam pengawasan yang dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun tidak akan dibebaskan, dilaporkan BBC.

Iran menjadi negara keempat dengan kasus infeksi virus corona terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 2.336 kasus dengan angka kematian mencapai 77 jiwa.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat lebih dari 50 persen di dua hari awal pekan ini.

Sejumlah kasus yang berkaitan dengan Iran juga bermunculan di sejumlah negara. Antara lain Afghanistan, Kanada, Libanon, Pakistan, Kuwait, Bahrain, Irak, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

 

 

1 dari 5 halaman

Banyak Pejabat Tertular

Sejumah pejabat senior Iran dilaporkan telah tertular. Pejabat terakhir yang dilaporkan terinfeksi virus ini adalah kepala layanan darurat medis, Pirhossein Kolivand.

23 dari 290 anggota parlemen Iran juga telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Pada Senin, anggota Dewan Kemanfaatan, badan pemberi saran kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal akibat Covid-19 di Teheran. Identitas pejabat tersebut diketahui sebagai Mohammad Mirmohammadi, 71 tahun, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Ayatollah Khamenei.

 

2 dari 5 halaman

Peringatan dari Pimpinan Tertinggi Iran

Dalam upacara penanaman pohon memperingati Hari Margasatwa Dunia pada Selasa, Khamenei meminta masyarakat untuk mematuhi pedoman kebersihan yang disampaikan Kementerian Kesehatan. Dia juga memerintahkan badan pemerintah untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada Kementerian Kesehatan.

Khamenei juga menegaskan Pemerintah Iran sama sekali tidak menyembunyikan informasi mengenai persoalan ini.

" Para pejabat kita sudah melaporkan dengan tulus dan transparan sejak pertama. Tetapi sejumlah negara dengan serangan wabah yang lebih serius mencoba menyembunyikannya," ucap Khamenei.

3 dari 5 halaman

Lewati Iran, Pasien Virus Corona Meninggal di Italia Tertinggi Usai China

Dream - Kasua infeksi virus corona di dunia terus mengalami peningkatan. Bahkan kasus yang terkonfirmasi terpapar virus Covid-19 sudah mencapai angka 90 ribuan.

Data John Hopkins University per Rabu, 4 Maret 2020 pukul 10.13, melaporkan infeksi corona terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 93.129 kasus. Angka kematian mencapai 3.198 pasien.

Di tengah bertambahnya kasus baru, jumlah pasien yang dinyatakan telah sembuh dari virus corona juga meningkat. Dari data yang sama, jumlah warga di dunia yang sembuh dari paparan Covid-19 telah mencapai 50.681 orang.

Yang cukup mengejutkan adalah jumlah kematian akibat virus corona di Italia meningkat cukup pesar. Negeri Pizza ini bahkan menggeser posisi Iran sebagai negara dengan kasus kematian terbesar kedua setelah China.

Angka kematian pasien positif terjangkit virus corona di Italia mencapai 79 jiwa dari total 2.502 kasus, lebih tinggi dibandingkan Iran dengan 77 jiwa dari 2.336 kasus terkonfirmasi.

Peta Corona Italia

Peta sebaran virus corona di Italia

Sementara angka pasien sembuh di Italia lebih rendah ketimbang Iran. Di Italia, kasus pasien sembuh mencapai 160 jiwa, sedangkan Iran 291 jiwa.

Di China, angka kematian mencapai 2.981 jiwa. Sedangkan angka pasien sembuh sebanyak 49.844 jiwa dari total 80.270 kasus.

Sedangkan Korea Selatan masih menduduki peringat kedua negara dengan kasus infeksi virus corona terkonfirmasi terbanyak. Untuk angka kematian di Negeri Ginseng tercatat sebanyak 28 jiwa dengan angka pasien sembuh sebanyai 41 jiwa dari total 5.328 kasus.

4 dari 5 halaman

4 WNI Penumpang Diamond Princess di Jepang Sembuh dari Virus Corona

Dream - Empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. Mereka sebelumnya sempat menjalani karantina di Pelabuhan Tokyo, Jepang.

" Info dari KBRI Tokyo, total kru WNI yang dinyatakan sembuh (berdasarkan surat keterangan sehat dari Jepang) per kemarin (Selasa, 3 Maret 2020) ada empat," ujar Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 4 Maret 2020.

Kabar WNI tertular Covid-19 diumumkan Kemlu pada 18 Februari 2020. Awalnya hanya tiga WNI namun kemudian bertambah menjadi sembilan sebelum akhirnya mulai ada yang sembuh.

WNI yang tidak terjangkit telah dijemput Pemerintah. Saat ini, mereka menjalani masa karantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu dengan waktu 28 hari, lebih lama dibandingkan WNI Wuhan selama 14 hari.

" Ini dilakukan karena untuk memastikan mereka benar-benar sehat saat meninggalkan tempat karantina," kata Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, pada 29 Februari lalu.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

5 dari 5 halaman

Interaksi dengan Warga Selandia Baru Positif Corona, 9 WNA di Bali Diobservasi

Dream - Sembilan warga negara asing (WNA) yang berada di Bali menjalani observasi dari instansi terkait. Langkah tersebut diambil setelah kesembilan WNA itu berinteraksi dengan seorang warga Selandia Baru yang positif terinfeksi virus corona.

Warga negara Selandia Baru yang terinfeksi sempat transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Sembilan WNA tersebut ditemukan duduk berdekatan dengan warga negara Selandia Baru. Mereka berinteraksi dengan percakapan tunggal dan tidak berbicara langsung.

" Kami sudah tindaklanjuti ada contact rap dari kasus ini. Kebetulan dia transit di Bandara (I Gusti Ngurah Rai). Kita lakukan contact tracing (pelacakan) kepada penumpang yang ada di depan dua dan dua di belakang dan ini kami sudah ketahui di mana keberadaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Selasa, 3 Maret 2020.

Warga Selandia Baru yang positif virus corona atau Covid-19 diketahui berusia 60 tahun dan duduk di kursi nomor 37. Dia terbang dari Teheran, Iran, ke Auckland menggunakan maskapai Emirates Airline dengan nomor penerbangan EK 450 Rabu, 26 Februari 2020.

Beri Komentar