Israel Bom Kantor Aljazeera dan Media Asing di Gaza, Klaim Serang Markas Hamas

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 16 Mei 2021 15:25
Israel Bom Kantor Aljazeera dan Media Asing di Gaza, Klaim Serang Markas Hamas
Israel berdalih tidak menyasar kantor media, tapi markas intelijen Hamas.

Dream - Militer Israel meledakkan gedung 12 lantai yang berlokasi di Gaza, Palestina pada Sabtu, 16 Mei 2021. Tetapi, Israel berdalih sedang menghancurkan gedung yang digunakan Hamas.

Gedung Al Jalaa merupakan perkantoran yang menjadi kantor perwakilan media asal Qatar, Aljazeera, dan sejumlah media asing. Selain Aljazeera, media asing yang berkantor di gedung tersebut salah satunya Associated Press yang berbasih di Amerika Serikat.

Serangan tersebut membuat seorang jurnalis Palestina terluka. Peluru meriam pecah dan kepingannya terlontar hingga puluhan meter.

Militer Israel menyatakan pesawat tempurnya telah menembakkan roket ke gedung tersebut. Mereka telah memberikan peringatan sebelum gedung diserang, mengizinkan orang-orang yang ada di dalam gedung untuk keluar.

" Pesawat tempur telah menembak gedung yang berisi aset milik kantor intelijen organisasi teror Hamas," demikian pernyataan militer Israel.

 

1 dari 2 halaman

"Mengganggu"

Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt, menyatakan serangan ini sangat mengganggu perkembangan situasi. Dia mengatakan jurnalis serta freelancer AP sudah dievakuasi sebelumnya.

" Kami kaget dan ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menjadi kantor biro AP dan organisasi media lainnya di Gaza," kata dia.

Pruitt sangat menyesalkan serangan tersebut. Dia menilai serangan itu membuat dunia menjadi semakin sedikit tahu kondisi Gaza.

" Dunia akan jadi lebih sedikit mengetahui apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini," ucap Pruitt.

 

2 dari 2 halaman

Upaya Bungkam Media

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, berbicara dengan Pruitt pada Sabtu malam. Dia menyatakan dukungan bagi para jurnalis dan organisasi media di seluruh dunia.

Penjabat Direktur Jenderal Jaringan Media Aljazeera, Mostefa Souag, mengecam serangan 'barbar' tersebut. Dia juga mendesak Israel bertanggung jawab.

" Tujuan dari kejahatan keji ini untuk membungkam media dan menyembunyikan pembantaian dan pemderitaan rakyat Gaza yang tidak diceritakan," kata Mostefa.

Sementara Juru Bicara Militer Israel, Letkol Jonathan Conricus, membantah tudingan tersebut. Dia tetap berkukuh gedung yang diserang adalah markas intelijen Hamas.

" Ini benar-benar salah, media bukan target." kata dia.

Sumber: Merdeka.com

 

Beri Komentar