Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kebakaran Di Israel (alarabiya.net)
Dream - Api mengepung Israel selama tiga hari berturut-turut. Dipicu kebakaran hebat areal hutan, kawasan Israel dan Tepi Barat sejak Senin seperti dilalap si jago merah.
Tiupan angin timur yang berhembus membuat nyala api semakin membesar hingga Kamis (24//11/2016). Kondisi ini menyebabkan penutupan jalan sementara antara Yerusalem dan Tel Aviv.
Minimnya curah hujan dan keringnya udara serta tiupan angin timur membuat titik kebakaran melebar di kawasan tengah dan utara Israel dan kawasan pendudukan. Sejumlah rumah terkena dampak kebarakan ini, namun dilaporkan belum ada korban baik tewas maupun terluka.
Sejumlah pejabat Israel mencurigai kekabaran ini merupakan peristiwa yang disengaja.
" Hampir 50 persen kebakaran adalah pembakaran," ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gilad Erdan kepada Army Radio.
© Dream
Juru bicara kepolisian setempat Micky Rosenfeld mengatakan penyidik belum dapat menyimpulkan apakah kebarakan tersebut disengaja atau tidak. Tetapi, dia menyatakan empat orang ditahan karena kelalaian membuat api unggun pada Rabu dan akan disidangkan pada Kamis.
Pemimpin partai sayap kanan Jewish Home Naftali Bennett membuat pernyataan di Twitter. Dia menyatakan pelaku pembakaran adalah pihak yang tidak loyal pada negara dan bukan umat Yahudi.
" Hanya mereka yang tidak merasa memiliki negara ini yang melakukannya," kata Bennett dalam cuitan di Hebrew.
Jalan raya 433 yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv melintasi Tepi Barat ditutup sementara pada jam-jam sibuk. Api telah melalap kota Modi'in, setengah perjalanan dari dua kota besar itu.
Kebakaran juga melanda perbatasan Haifa, kota terbesar ketiga Israel. Warga diberitahu untuk segera meninggalkan rumah mereka.
© Dream
Israel telah meminta bantuan pemadam kebakaran udara dari Kroasia, Siprus, Yunani, Italia, dan Rusia, kata juru bicara kepolisian Rosenfeld. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah meminta Kroasia dan Yunani untuk mencari bantuan tambahan.
Kantor Perdana Menteri mengatakan Turki juga telah mengirimkan pesawat pemadam kebakaran. Sehingga, sebanyak 10 armada udara asing membantu Israel memadamkan api.
Skuadron udara pemadam kebakaran Israel sendiri telah bekerja sejak kebakaran mulai terjadi pada Senin lalu. Pesawat-pesawat itu membuang bahan anti-api untuk memadamkan api.
Rosenfeld mengatakan titik-titik kebakaran skala kecil telah dapat dikendalikan. Tetapi, masih ada empat titik kebakaran skala besar yang masih harus ditangani.
Sumber: alarabiya.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya