Jamur Enoki Asal Korsel Dimusnahkan, Mengandung Bakteri Berbahaya

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 25 Juni 2020 16:39
Jamur Enoki Asal Korsel Dimusnahkan, Mengandung Bakteri Berbahaya
Biasanya disajikan di hidangan ala Korea.

Dream - Bagi Sahabat Dream yang suka makan makanan Korea, mungkin sudah familiar dengan jamur enoki. Biasanya dijadikan campuran ramyun atau dibalut dengan daging untuk korean grill.

Rupanya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan telah memerintahkan pada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan.

Hal itu mengingat adanya informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO, terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar Bakteri Listeria Monocytogenes.

" Pemusnahan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT siklus Mutiara Nusantara, Bekasi, yang dihadiri oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP, sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.165 kg," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi, Kamis 25 Juni 2020.

Sampai hari ini, di Indonesia belum ditemukan adanya kasus luar biasa (KLB) karena kontaminasi bakteri dari jamur enoki tersebut. Namun Kementan telah melakukan investigasi dan pengambilan sampling terhadap produk jamur enoki asal produsen di Korea Selatan yang dinotifikasi oleh INFOSAN.

Pada 21 April 2020 sampai 26 Mei 2020, BKP Kementan juga telah meminta importir agar tidak mengedarkan jamur, sampai investigasi selesai. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech, sebanyak 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri L Monocytogenes melewati ambang batas dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g.

 

1 dari 5 halaman

Pengujian Laboratorium

Oleh karena itu BKP meminta Badan Karantina Pertanian melakukan peningkatan pengawasan keamanan pangan jamur enoki asal Korea Selatan. Selain itu, BKP juga meminta importir jamur enoki agar mendaftarkan produknya ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).

Enoki© Shutterstock

Kepada importir, BKP meminta untuk memisahkan jamur enoki yang diimpor dari Green Co Ltd dan mengembalikan kepada distributor untuk ditangani lebih lanjut. Importir juga diminta untuk menerapkan langkah sanitasi demi mencegah kontaminasi silang, serta melakukan pengujian laboratorium jika diperlukan.

Bakteri Listeria merupakan salah satu bakteri yang tersebar luas di lingkungan pertanian, baik di tanah, tanaman, silase, fekal, limbah dan air.

" Bakteri ini mempunyai karakter tahan terhadap suhu dingin, sehingga mempunyai potensi kontaminasi silang terhadap pangan lain yang siap dikonsumsi dalam penyimpanan," kata Agung.

2 dari 5 halaman

Tutup 2 Bulan Karena Lockdown, Perkakas Dapur di Toko Dipenuhi Jamur

Dream – Efek lockdown bagi pelaku usaha tak hanya hilangnya pemasukan selama masyarakat mengurung diri di rumah. Banyak toko yang harus kehilangan aset barang dagangan mereka karena tak beroperasi selama dua bulan. 

© Dream

Kemalangan inilah yang dialami pemilik usaha di Malaysia yang juga memberlakukan kebijakan mirip lockdown demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Sejak 18 Maret 2020 lalu, sebagian besar area publik seperti mal dan pertokoan harus tutup sementara sesuai aturan pemerintah.

Saat ini Malaysia mulai melonggarkan kebijakan lockdown dengan membolehkan mal dan pertokoan kembali berjualan.

Keluarnya kebijakan pelonggaran itu membuat pedagang menemukan fakta mengejutkan dari dalam toko mereka. Setelah kursi dan lantai bioskop dipenuhi jamur, sekarang para pebisnis alat dapur berbahan dasar kayu menghadapi masalah serupa.

Mereka harus bersiap menghadapi kerugian baru lantaran produknya ikut dipenuhi jamur.

3 dari 5 halaman

Peralatan Dapur Juga Diserbu Jamur

Dilansir dari World of Buzz, Rabu 13 Mei 2020, salah seorang pembelanja lokal yang sedang berkeliling untuk mencari keperluan rumah tangga dalam mempersiapkan hari raya, tak sengaja menemukan pemandangan yang kurang enak dilihat.

Saat World of Buzz menghubungi pembelanja yang tidak disebutkan namanya tersebut, ia memberi tahu bahwa salah satu toko alat dapur di daerah Klang, Malaysia, menjual peralatan yang dipenuhi jamur akibat lockdown.

Dari foto yang ia bagikan, terlihat sendok kayu tersebut dilapisi dengan warna hijau dan putih pada bagian permukaannya. Seperti yang terlihat, dalam gantungan sendok kayu tersebut, tidak ada sendok yang selamat dari lahapan jamur, bahkan sendok kayu yang berada di bagian belakang pun juga sudah menunjukan pertumbuhan jamur.

Netizen yang membagikan foto tersebut mengatakan, seharusnya staf yang bekerja di toko tersebut lebih memperhatikan produk yang mereka jual terutama disaat kondisi seperti sekarang.

Salah satunya seperti membersihkan dan memberi didesinfektan para produk secara menyeluruh sebelum membuka kembali bisnis mereka, sehingga hal seperti ini tidak terjadi.

4 dari 5 halaman

Jamur Bisa Tahan Lama, Pastikan Disimpan dengan Benar

Dream - Salah satu bahan makanan yang wajib ada di rumah saat social distancing seperti sekarang adalah jamur. Rasanya lezat dengan tingkat protein yang tinggi, sangat cocok bagi mereka vegetarian.

Jamur kaya akan Vitamin B serta mengandung antioksidan, yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sel dan jaringan. Meskipun jamur dapat dengan mudah ditemukan di supermarket atau pasar tradisional, satu masalah tentang jamur adalah cara penyimpanannya.

Jamur cenderung bertahan hanya beberapa hari. Sifatnya sangat mudah rusak. Setelah dibeli, jamur dapat membusuk dalam sehari. Hal ini karena tingkat respirasi yang tinggi dan struktur epidermis jamur yang halus.

 

5 dari 5 halaman

Cara Menyimpan Jamur

Dilansir dari Miss Kyra, berikut cara menyimpan jamur tetap segar hingga berhari-hari:

- Jika jamur tidak langsung dimasak, lebih baik dibiarkan dalam kemasan aslinya. Kemasannya harus berbahan dasar kardus untuk menyerap kelembaban dan bungkus plastik di atasnya, dengan lubang kecil untuk pengeringan air yang berlebihan. Simpan di kulkas selama 3 hari.

Jamur Matsutake© MEN

- Metode lainnya adalah menyimpan jamur dalam kantong kertas dengan lubang kecil untuk mengeluarkan uap air. Jamur dapat tahan di lemari es hingga 7-10 hari.

- Masukkan kertas tisu ke dalam kantung untuk menyerap air berlebih, dan gantilah tisu setiap hari.

- Metode terakhir adalah membekukan jamur. Mulailah dengan mencuci jamur secara menyeluruh dan potong menjadi ukuran yang diinginkan, tumis dengan minyak dan bumbu. Setelah dingin, simpan di dalam kantung plastik dan masukkan ke freezer.

Laporan Raissa Anjanique

Beri Komentar