Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyambangi kantor Apple dan Google dalam kunjungan perdananya ke Amerika Serikat bulan ini. Hal ini untuk mencari investor untuk sektor akses internet dan tambang.
Seperti dikutip dari CNBC, Jumat, 16 Oktober 2015, Jokowi akan melakukan perjalanan ke Washington dan San Fransisco. Dia bertolak dari Indonesia pada 25 Oktober mendatang dan menghabiskan waktu selama 5 hari di negara Paman Sam itu.
Pertemuan Jokowi dan CEO Apple, Tim Cook, nantinya akan membahas mengenai kemungkinan investasi Apple pada industri timah Indonesia, untuk bahan baku pembuatan telepon pintar milik Apple.
Seperti diketahui, Indonesia meruapakan eksportir timah terbesar dunia, yang tambang timahnya terpusat di pulau Bangka dan Belitung.
" Apple ingin berinvestasi dalam industri timah di Bangka-Belitung. Mereka ingin mendapatkan logam ini dari sumbernya," ujar Menkopolhukam Luhut Pandjaitan.
Apple ingin memastikan, investasi pada industri timah ini sesuai dengan hukum, termasuk tidak menyalahi hukum terkait lingkungan dan tenaga kerja. Apple tidak memberikan toleransi pada perusahaan yang mempekerjakan anak di bawah umur.
Selain berkunjung ke Apple, Jokowi akan singgah ke Kantor Pusat Google untuk membahas pengembangan akses internet nirkabel ke Papua dan wilayah Indonesia lainnya.
Jokowi berharap juga bertemu dengan bos Facebook dan Microsoft pada kesempatan itu. Guna membahas kemungkinan kedua perusahaan raksasa teknologi itu bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia, untuk pengembangan pusat pendidikan yang nantinya akan membantu pusat teknologi regional.
Jokowi juga dijadwalkan bertemu para eksekutif dan raksasa pertambangan AS, Freeport-McMoRan untuk membicarakan negosiasi kontrak baru.
" Investasi di Indonesia boleh saja, tetapu tetap harus menghormati peraturan di negara ini. Kami tidak ingin menganggu kontrak yang ada, tetapi bagaimana pun juga, ketika kontrak berakhir, maka itu milik kami," tegas Luhut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya