Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah belum memiliki rencana untuk lockdown atau penutupan wilayah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona baru, Covid-19. Untuk saat ini upaya edukasi kepada masyarakat akan lebih diutamakan.
Seperti diketahui, kasus virus corona baru di Tanah Air di awal kemunculannya terus meningkat hingga menjadi 34 kasus. Namun dalam dua hari terakhir, belum ada lagi laporan pasien terkonfirmasi positif virus corona baru
" Belum berpikir ke arah sana," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat 13 Maret 2020.
Jokowi mengapresiasi cepatnya koordinasi antara kementerian, lembaga negara, juga pemerintah daerah dalam upaya pencegahan meluasnya infeksi Covid-19. Apresiasi terutama diberikan kepada pemerintah daerah yang berusaha meredam kepanikan di masyarakat.
" Saya apresiasi daerah-daerah yang mampu memberikan edukasi kepada daerah, seperti Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan lain-lain yang bisa menenangkan masyarakat," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi telah memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk terus memantau situasi. Juga terus melaporkan perkembangan secara live.
" Balitbangkes juga bisa melakukan, kelihatannya ok. Universitas Airlangga di Surabaya, Eijkman, kita libatkan," kata dia.
Dream - Menteri BUMN Erick Thohir mengajak masyarakat untuk bahu membahu menghadapi wabah virus corona baru, Covid-19, yang sudah muncul Indonesia. Imbauan itu disampaikan Erick saat meninjau Stasiun Gambir, Jakarta untuk melihat langkah antisipasi yang dibuat PT Kereta Api Indonesia.
Program ini merupakan sinergi antara Kementerian BUMN dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri. Hadir di Stasiun Gambir di antaranya Kepala BNPB, Doni Monardo, Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro, serta perwakilan TNI dan Polri.
" Kerja sama dan gotong royong adalah karakteristik bangsa Indonesia. Untuk menghadapi COVID-19 ini kita harus bersatu dan gotong royong," kata Erick di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.
Dia mengharapkan sinergi antar instansi ini dapat membangun rasa optimisme masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mencegah dan memberantas penyebaran virus corona. Penyebaran virus ini dikhawatirkan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan ekonomi negara.
Stasiun Gambir yang berada disamping Monumen Nasional dipilih sebagai lokasi bersih-bersih karena di tempat ini arus hilir mudik masyarakat wilayah di Pulau Jawa banyak terjadi.
Erick mengharapkan program bersih-bersih ini bisa menyebarkan pesan agar upaya perlawanan terhadap virus corona bisa dilakukan berbagai lapisan masyarakat di berbagai kota.
" Kami memastikan pemerintah bersama-sama dengan berbagai komponen senantiasa menjaga keamanan masyarakat Indonesia dari wabah Covid-19. Dengan bersatu, kita pasti bisa melawan Covid-19," kata dia.(Sah)
Dream - Pemerintah mengkaji pembebasan atau penundaan pengenaan kewajiban iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai bagian dari pemberian stimulus jilid II untuk menekan dampak virus corona terhadap ekonomi.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 13 Maret 2020, Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, mengatakan kementeriannya tengah mengusulkan adanya penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut.
" Yang BPJS, juga kita akan mencoba mengusulkan pembebasan atau penundaan nanti terkait dengan iuran beberapa program BPJS,” kata Susiwijono, di Jakarta.
Dia mengatakan ada banyak program di BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Pensiun dan Jaminan Kecelakaan Kerja. Pemerintah akan melihat program yang mana yang bisa mendorong stimulus.
“ Kami mau lihat dulu mana-mana yang bisa bermanfaat untuk mendorong relaksasi tadi,” kata Susiwijono.
Susiwijono menegaskan pemerintah berhati-hati mempertimbangkan semua kebijakan stimulus jilid ke-II. Dikatakan bahwa total insentif yang dikucurkan untuk stimulus jilid II mencapapi Rp10,3 triliun.
Angkanya jauh lebih kecil daripada insentif yang digelontorkan negara lain sebagai dampak virus corona.
“ Bukan masalah besarnya. Kami hitung betul efektivitas impact-nya. Ini, kan, karena karakteristik dunia usaha dan masyarakat kita, kan, berbeda dengan negara lain,” kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Pipit Eka Ramadhani)
Dream - Virus corona baru, Covid-19, membuat okupansi (tingkat hunian) hotel berkurang cukup besar. Kondis ini mendorong manajemen hotel harus bekerja keras menjaga arus kas tetap stabil salah satunya dengan memangkas biaya operasional.
“ Perusahaan harus mengatur cash flownya, dampaknya pendapatan dari masyarakat juga turun, kalau semua mengalami kondisi seperti ini nantinya akan mengalami masalah baru, yaitu ekonomi terhenti seperti di Wuhan dan Italia,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi B. Sukamdani, di Jakarta, ditulis Jumat 13 Maret 2020.
![]()
Opsi pemotongan biaya operasional salah satunya dilakukan dengan memangkas tenaga kerja atau karyawan hotel. Namun, Hariyadi menepis langkah itu sebagai pemutusan hubungan kerja (PHK).
“ Ini bukan murni PHK," tegasnya.
Menurut Hariyadi, perusahaan perhotelan selama ini mempekerjakan tiga kategori pegawai yaitu harian, kontrak dan tetap. Saat ini pegawai harian di sejumlah hotel sudah tak lagi dipekerjakan. Sementara pegawai kontrak dan tetap harus menjalani sistem shift kerja.
" Seperti di Bali, sudah mulai terjadi pergiliran dan sisanya dirumahkan," kata dia.
Rata-rata perusahaan pengelola hotel dilaporkan telah menurunkan biaya produksi untuk pengeluaran tenaga kerja sebesar 50 persen.
Untuk mengatasi masalah yang dihadapi pengelola hotel, PHRI mengaku tengah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menangguhkan atau memberi relaksasi pinjaman yang dimiliki perusahaan hotel.
Salah satu usulannya adalah relaksasi agar perusahaan hanya membayar pinjaman pokok.
Tidak hanya bisnis hotel yang mengalami gangguan akibat virus corona. Pengelola restoran juga menghadapi persoalan yang tak kalah kecil. Beruntung pengusaha kuliner bisa menghadapi masalah ini lebih sederhana.
“ Restoran ini sama saja, lebih banyak karyawan kontraknya, jadi restoran itu relatif lebih less complicated lah dibanding hotel, jadi hotel lebih bisa beradaptasi menyesuaikan jumlah karyawannya,” kata dia.
Menghadapi wabah virus corona, Haryadi mengatakan, PHRI sudah mengkomunikaskan langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan pengelol hotel dan restoran terhadap tamu-tamu maupun pegawainya .
" Penggunaan thermal scanner, yang bapak ibu sekalian lihat, kalau masuk ke hotel sudah diukur suhunya ya, lalu juga melihat dari tampilan fisik, mungkin banyak yang nggak panas, tapi kalau kita lihat mukanya pucet dan sebagainya, itu kita minta untuk ke klinik," kata dia.
(Sah, Laporan: Raissa Anjanique Nathania)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya