Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Anies Baswedan Imbau Warga Muslim DKI Waspada: Bawa Sajadah Sendiri

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 13 Maret 2020 13:30
Anies Baswedan Imbau Warga Muslim DKI Waspada: Bawa Sajadah Sendiri
Anies memberi pesan kewaspadaan umat Islam.

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengimbau umat Islam di Ibu Kota meningkatkan kewaspadaan. Anies mengingatkan pesan Rasulullah SAW mengenai penanganan suatu wabah.

" Rasullulah SAW bersabda, jika kalian berada di sebuah tempat, yang terserang wabah janganlah kalian keluar darinya, apabila kalian mendengar wabah itu di suatu tempat, janganlah mendatanginya," kata Anies, Jumat, 13 Maret 2020.

Menurut Anies, Umar bin Khatab menghindari wabah bukan menghindari takdir Allah tapi berpindah dari satu takdir Allah ke takdir Allah yang lain.

" Saya menyampaikan pesan kewaspadaan umat Islam di Jakarta, kegiatan sholat Jumat," kata dia.

Anies mengatakan, untuk menghadapi wabah ini, prinsipnya, jangan panik jangan pula menganggap enteng. Jangan meremehkan.

Pertama, kata dia, saat berjamaah sholat Jumat dan kegiatan sholat lain di masjid agar membawa sajadah sendiri. Bawa sapu tangan untuk alas sujud.

1 dari 5 halaman

Rajin Cuci Tangan

Ke dua, cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah sholat berjamaah.

" Untuk sementara waktu hindari jabat tangan, dan hindari cium pipi, gunakan metode lain tanpa harus bersentuhan," ujar dia.

Empat, untuk jemaah yang flu atau batuk gunakan masker. Jikalau bersin, Anies menyarankan, agar jemaah tersebut menutupi mulut dan hidung menggunakan sapu tangan atau lipatan siku.

Selain kepada jemaah, Anies juga mengimbau pengurus masjid, untuk selalu menyelipkan kewaspadaan mengenai wabah ini kepada jemaah. Selain itu, pengurus diminta untuk mengingatkan jemaah rajin tangan dengan sabun dan menghindari sentuhan fisik untuk sementara waktu.

" Bantu jemaah dengan sediakan sabun cuci tangan di area wudu dan mengingatkan agar proses pembersihan masjid ditingkatkan," kata dia.

2 dari 5 halaman

Tak Perlu Bikin Masker dan Hand Sanitizer Sendiri, Cukup Cuci Tangan

Dream - Banyak orang memborong masker dan hand sanitizer, setelah pemerintah mengumumkan ditemukannya kasus corona positif di Indonesia. Harganya menjulang dan barangnya pun langka di pasaran.

Hal ini membuat beberapa orang membuat sendiri masker, baik dari tisu basah maupun kain. Cara ini mungkin yang paling bisa dilakukan tapi sebenarnya malah tidak efektif sebagai perlindungan.

" Saya tidak yakin bahwa membuat masker sendiri di rumah adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan. Secara paradoks tidak melindungi dan justru meningkatkan risiko infeksi jika orang menyentuh wajah mereka dan memiliki perlindungan yang salah," ujar Amesh A. Adalja, M.D., senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

 

3 dari 5 halaman

Masker Tisu Tak Efektif

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat bahkan tidak merekomendasikan penggunaan masker di luar kebutuhan (dalam kasus ini merupakan petugas kesehatan). Hal ini karena COVID-19 merupakan virus yang menyerang pernapasan yang menular dari orang ke orang dengan jarak 6 kaki atau sekitar 2-3 meter.

Terlebih, masker berbahan tisu atau kain bukan jenis yang terbukti efektif. Adapun jenis masker yang efektif mengurangi paparan partikel droplet yaitu disebut dengan masker/respirator N-95.

Tanpa masker yang benar-benar pas, tertutup rapat, bahkan dengan N-95, terlebih buatan sendiri justru meningkatkan risiko infeksi. Intinya, jangan pernah membuat sendiri masker.

4 dari 5 halaman

Bagaimana dengan cairan antiseptik buatan?

Banyak juga video viral yang memberi tahu cara membuat hand santizer atau cairan antiseptik buatan.CDC menyarankan menggunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60% alkohol (etanol/etil-alkohol) jika tidak ada sabun.

Resep populer yang menyebar online termasuk kombinasi alkohol, minyak esensial, dan gel lidah buaya. " Sebaiknya Anda tidak berharap metode ini efektif dan aman," ujar Birnur Aral, PhD, direktur Health, Beauty and Environmental Sciences di Good Housekeeping Institute.

Misalnya, resep populer yang viral menyarankan menggunakan 2/3 cangkir 99% alkohol (isopropil-alkohol) atau etanol (etil-alkohol atau alkohol) sebagai bahan aktif antimikroba yang menghasilkan 66% bahan aktif.

" Bedanya produk yang lulus aturan FDA memiliki keefektifan dan keamanan yang teruji," ujar Aral.

5 dari 5 halaman

Cuci Tangan

Aturannya menentukan tingkat minimum isopropyl-alkohol yaitu 70% di hasil akhirnya atau minimum 60% etil-alkohol. Jadi, jika menggunakan isopropil-alkohol sebagaimana dianjurkan dalam resep, yaitu 2/3 cangkir, hadil akhirnya harus mencapai target minimum, yaitu 70%, catat Aral. Begitupun jika etanol yang ingin digunakan maka harus mencapai tingkat minimumnya sebagaimana disarankan oleh FDA, yaitu 60%.

Beberapa racikan menambahkan minyak tertentu, namun jumlahnya tidak cukup untuk membunuh virus. Untuk orang awam penakaran yang tepat agar bahan bekerja efektif sangat sulit dilakukan.

Justru ada cara yang jauh lebih mudah dari hal itu, yaitu cuci tangan dengan sabun. Daripada membuat masker atau hand sanitizer sendiri, lebih baik cuci tangan sesering mungkin.

Laporan Fitri Syarifah/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar