Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. (Foto: Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama)
Dream - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan, seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi RS Muwardi Surakarta. Pasien itu meninggal dunia karena gagal nafas karena pneumonia.
" Total dua pasien masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RS Moewardi," kata Yulianto.
" Dan ada satu pasien di antaranya yang meninggal dunia. Kami sedang melacak penyebab kausasifnya terkait meninggalnya pasien tersebut," ucap dia.
Yulianto mengatakan, berdasar hasil epidemologi, pasien itu tidak punya riwayat kontak dengan warga negara asing. Pasien meninggal Rabu, 11 Maret 2020, pukul 13.00 WIB.
Sebelum meninggal, pasien sempat mengikuti kegiatan seminar empat hari di Bogor, sejak 25-28 Februari 2020.
" Gejalanya tiba-tiba pasien mengalami batuk dan pilek pada 29 Februari dan berobat ke dokter karena ada pemburukan di parunya yang sangat cepat," kata dia.
Untuk hasil hasil laboratorium, spesimennya sudah dikirim ke Litbangkes Jakarta. Sementara hasilnya menunggu empat sampai lima hari.
Sedangkan riwayat penyakit pasien diabetes yang sudah tidak terkontrol. " Hasil labnya sudah kami kirim Selasa kemarin. Sedangkan hasil masih menunggu dulu," ucap dia.
Terkait pemakaman jenazah pasien, untuk pencegahan penularan penyakit seperti pasien sebelumnya tidak boleh dibuka oleh keluarganya.
Sumber: Merdeka.com/Danny Adriadi Utama
Dream - Gubernur Banten, Wahidin Halim mengumumkan dua warganya terjangkit virus corona, atau Covid-19. Dia membagikan informasi ini melalui video yang diunggah ke Instagram pribadinya, Kamis, 12 Maret 2020.
" Saya kabarkan bahwa berdasarkan laporan dari tim kesehatan Banten, ada dua orang warga Banten yang positif terkena virus corona," kata Wahidin.
Wahidin mengatakan, dua warga yang positif virus corona tersebut baru saja dari Malaysia. Wahidin berharap, masyarakat tetap waspada.
" Jangan panik dan dengan menghindari pertemuan-pertemuan bersifat umum atau paling tidak menjauhi keramaian, agar kita bisa memastikan tidak tertular virus corona ini," kata dia.
Selain itu, dia juga membagikan nomor telepon Dinas Kesehatan Provinsi Banten 085215779659 untuk membutuhkan informasi seputar virus corona.
Dream - Teka-teki penularan virus Corona baru, Covid-19, kepada pasien nomor 27 akhirnya terungkap. Pasien tersebut terinfeksi setelah melakukan kontak dengan pasien kasus 20.
" Pasien nomor 27 yang kemarin belum kami dapat kepastian penyebabnya, sudah dapat laporan dari petugas dari yang melakukan contact tracing. Pasien nomor 27 adalah kontak dekat pasien nomor 20," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.
Menurut Yuri, pasien nomor 20 masih dirawat di salah satu rumah sakit rujukan. Saat ini, tambah dia, tim tengah melakukan tracing orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien 27.
" Kami mencari ada tidak yang kontak dengan pasien 27," kata Yuri.
Dream - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan bahwa tiga pasien yang semula dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19 telah sembuh.
" Hari ini saya sudah cek kondisinya, ada tiga yang kita nyatakan sembuh baik dari sisi laboratorium, baik dari sisi klinis," kata Terawan, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.
Terawan mengaku telah mengecek langsung kondisi kesehatan tiga orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dia akan bertanggung jawab atas kesembuhan pasien.
" Saya bahagia, teorinya benar bahwa ini penyakit yang akan sembuh sendiri," ucap dia.
Sementara, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ketiga pasien dinyatakan sembuh usai menjalani dua kali pemeriksaan laboratorium.
Adapun tiga pasien tersebut adalah pasien nomor kasus 06 (laki-laki, 39 tahun), kasus 14 (laki-laki. 50 tahun), dan kasus 19 (laki-laki, 49 tahun).
" Ada 3 pasien secara klinis sudah membaik tidak ada keluhan, secara laboratorium dua kali dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif," kata Achmad.
Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya