Viral Petugas Lempar Paket Pelanggan, Ini Kata J&T

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 29 Desember 2019 13:01
Viral Petugas Lempar Paket Pelanggan, Ini Kata J&T
Dari video itu terlihat, tiga karyawan melempar-lemparkan bungkusan pengiriman ke dalam toko. Ada logo perusahaan ekspedisi J&T di sana.

Dream - Video yang mempertontonkan aksi petugas agen ekspedisi pengiriman barang J&T ramai dibicarakan di media sosial. Video itu diunggah akun Instagram @makassar_iinfo.

Dari video itu terlihat, tiga karyawan melempar-lemparkan bungkusan pengiriman ke dalam toko. Tak jelas apakah ada orang di dalam yang sengaja menangkap paket tersebut.

Tapi, aksi melempar barang tersebut dikhawatirkan akan merusak barang pesanan.

" Baru-baru ini viral sebuah video oknum karyawan ekspedisi mengatur barang dengan cara melemparkan barang kiriman masuk ke dalam ruko," tulis akun tersebut.

Dalam video itu, kata pemilik akun, dibuat pengguna Facebook, Khisha ID Jumat, 27 Desember 2019. Diduga peristiwa terjadi di Jalan Imam Bonjol Komplek Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.

 

1 dari 6 halaman

Jawaban J&T

Public Relation J&T, Diego mengatakan sedang mengecek kebenaran lokasi dan waktu peristiwanya.

" Saat ini kita masih on check dengan area wilayah tersebut," kata Diego kepada Dream, Jumat, 27 Desember 2019.

Diego belum dapat menjelaskan secara rinci status tiga lelaki tersebut merupakan karyawan J&T atau tidak.

" Mengenai informasi ini, sebelumnya mohon maaf atas video yang beredar di depan salah satu Drop Point kami, untuk saat ini kami sedang menindaklanjuti terkait kejadian ini mas," ucap dia.

3 dari 6 halaman

TKW Kirim Barang ke Indonesia, Alamak Isinya...

Dream - Seorang TKW asal Indonesia diduga mencuri barang-barang milik majikannya yang menjadi chairman di Changi Airport Group, Singapura.

Parti Liyani, 43 tahun, disangka telah melakukan 4 tindak pidana pencurian setelah mengambil barang-barang berharga milik Liew Mun Leong, anaknya Karl Liew Kai Ling, menantu perempuannya Heather Lim Mei Ern, dan putrinya May Liew Cheng.

Pencurian diungkapkan oleh Karl yang menjadi saksi saat Parti menjalani sidang hari kedua di Pengadilan Negeri Singapura pada Selasa, 24 April kemarin.

Barang-barang berharga yang dicuri Parti di antaranya adalah sebuah DVD player seharga S$1,000 (sekitar Rp10 juta), dua tas mewah merek Longchamp senilai S$400 (sekitar Rp4,2 juta), dan jam mahal merek Gerald Genta seharga S$25,000 (sekitar Rp262,6 juta).

Tidak itu saja, Parti juga mencuri dua iPhone 4 putih lengkap dengan aksesorinya yang ditaksir berharga S$2,056 (sekitar Rp21,6 juta), 120 potong pakaian pria yang masing-masing diperkirakan berharga S$150 (sekitar Rp1,5 juta), dan sebuah selimut senilai S$500 (sekitar Rp5,2 juta).

Semua barang ini ketahuan ketika dia..

4 dari 6 halaman

Awalnya Dihentikan

Dream - Dalam kesaksiannya, Karl mengatakan ayahnya menyuruh dia untuk memberhentikan Parti pada 28 Oktober 2016 lalu.

Dia kemudian pergi ke rumah keluarganya di Chancery Lane bersama seorang staf dari agen yang menjadi penyalur Parti di Singapura.

Mereka datang ke Chancery Lane untuk memberitahu Parti bahwa dia sudah diberhentikan. Namun Parti bersikeras tidak mau diberhentikan dan terus-menerus mengucapkan Istighfar.

Karl tidak mengungkapkan alasan ayahnya memberhentikan Parti. Wanita itu telah bekerja di Keluarga Liew selama 8 tahun sebelum dipecat.

Parti akhirnya bersedia diberhentikan dan Karl memberi waktu dua hingga tiga jam untuk berkemas. Setelah menunggu, Karl melihat Parti sudah mengepak barang-barangnya dalam 3 kardus.

Parti meminta Karl untuk mengirim 3 kardus tersebut ke Indonesia. Karl mengatakan Parti mengamuk saat dia menolak permintaannya itu.

Staf agen penyalur sampai harus memegangi Parti yang terus mengamuk dan meronta karena permintaannya ditolak oleh Karl.

Karena tak ingin masalah berlarut-larut, Karl akhirnya bersedia mengirim 3 kardus tersebut ke Indonesia. Tak lama kemudian, Parti pergi keluar. 

5 dari 6 halaman

Ketahuan Mencuri Barang

Dream - Karl memberitahu ayahnya tentang insiden tersebut yang kemudian mengatakan mereka tidak bisa mengirim 3 kardus itu sebelum isinya diperiksa oleh petugas bandara.

Hari berikutnya, Karl, Liew, dan ibunya membuka ketiga kardus milik Parti dan terkejut dengan isinya. Mereka menemukan barang-barang berharga milik keluarga di ketiga kardus tersebut.

" Saya menemukan barang-barang yang tidak pernah kami lihat dalam beberapa tahun terakhir. Saya benar-benar marah karena di antara barang-barang itu memiliki nilai sentimental," kata Karl.

Liew memutuskan untuk mencatat semua barang-barang berharga yang telah dicuri Parti. Dalam rekaman video yang diputar di ruang sidang terlihat tumpukan baju-baju terhampar di lantai.

Dalam video, ibu Karl menyarankan baju-baju tersebut dibagikan kepada orang-orang miskin. Ibu Karl juga mengatakan dalam video itu bahwa barang perhiasan yang dicuri Parti sebenarnya adalah palsu.

Tapi Liew kemudian mengatakan bahwa sebagian barang perhiasan tersebut tampaknya asli.

Bersama ayahnya, Karl melapor ke polisi keesokan harinya pada tanggal 30 Oktober 2016. Surat perintah penahanan kemudian dibuat untuk Parti dan dia ditangkap saat kembali ke Singapura pada tanggal 2 Desember.

6 dari 6 halaman

Dikenal Akrab dengan Penghuni Rumah

Dream - Saat ditanya hubungan keluarga dengan Parti, Karl mengaku dia dan beberapa anggota keluarga lainnya kurang begitu simpati dengan wanita itu.

" Dia sulit diatur dan sering membantah perintah saya," kata Karl.

Namun Karl mengakui bahwa ibu dan istrinya punya hubungan baik dengan Parti.

Ibunya akan membela Parti saat anggota keluarga lainnya menyarankan untuk memberhentikan wanita tersebut. Parti bahkan pernah dipinjami uang oleh ibunya saat wanita itu membutuhkan.

Karl mengatakan ayahnya mulai curiga dengan Parti sekitar dua bulan sebelum memecat wanita itu.

" Dia mengaku tidak habis pikir karena beberapa barang di rumah mulai banyak yang hilang dalam beberapa bulan terakhir itu," kata Karl tentang ayahnya.

Karl menggambarkan insiden pemecatan Parti pada tanggal 28 Oktober itu sebagai kejadian yang traumatis.

" Saya tidak mengungkapkan alasan mengapa memberhentikannya. Saya katakan kepadanya 'kami sudah memberimu gaji yang lebih dari cukup'. Dia malah mengamuk dan membuat saya marah. Saya benar-benar tidak mau lagi berurusan dengan dia," pungkas Karl.

Sidang lanjutan akan digelar keesokan harinya untuk mendengarkan saksi-saksi yang lain.

(ism, Sumber: Yahoo News Singapore)

Beri Komentar