5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kapolri Jenderal Tito Karnavian Membacakan Rekap Data Kinerja Polri 2017 (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan angka kejahatan pada 2017 mengalami penurunan. Meski begitu, kondisi tersebut tidak diikuti kemampuan penyelesaian kasus kejahatan.
" Kejahatan turun 23 persen, (namun) penyelesaiannya turun 21 persen," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 29 Desember 2017.
Tito menyoroti kasus Narkoba yang jumlah dan tersangkanya menurun. Tapi, jumlah barang bukti yang terungkap justru mengalami peningkatan.
Data pada 2016 menujukan ganja yang disita polisi mencapai 11 ton. Tapi pada, 2017, polisi menyita 150 ton.
Untuk Narkoba jenis sabu, polisi menyita barang haram itu pada 2016 seberat 1,64 ton. Sementara pada 2017, terdapat 2,55 ton sabu yang disita.
Jumlah sitaan lain yang meningkat yaitu esktasi. Pada 2016, 1,11 juta butir disita polisi. Tapi, pada 2017, jumlah sitaan naik menjadi 2,69 juta butir.
" Kasus narkoba ini tersangkanya menurun, kasusnya turun. Tapi barang buktinya naik," ujar dia.
Selain berbicara mengenai tingkat kejahatan dan narkoba, Tito juga merinci laporan masyarakat mengenai Polri. Pada 2017, lembaga yang paling banyak mendapat keluhan dari masyarakat yaitu Pendidikan Reserse.
" Pendidikan reserse ya memang risiko, tidak bisa menyenangkan semua pihak," kata Tito.
Penegakan hukum reserse kerap membuat masyarakat atau anggota keluarga pihak yang ditangkap tak senang.
Keluhan lain yang muncul dari masyarakat yaitu penyalahgunaan wewenang. " Dan ada komplain pelanggaran hukum," ucap dia.
Berikut rincian melakukan pelanggaran anggota polisi selama 2017,
Pelanggaran disiplin anggota polisi sebanyak 5067; pelanggaran kode etik anggota polisi sebanyak 749; pelanggaran pidana anggota polisi sebanyak 179; dan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) sebanyak 222.
Tito menurutkan semua pelanggaran itu mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Pada 2016, pelanggaran disiplin anggota polisi sebanyak 6.662; pelanggaran kode etik anggota polisi sebanyak 1.671; pelanggaran pidana anggota polisi sebanyak 359.
Sementara itu, untuk anggota yang di PDTH pada 2016 tidak disampaikan dalam rilis akhir tahun Polri 2017.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?