Fakta Baru Kasus Perundungan Bocah di Tangsel Terungkap, Berawal dari Ajakan Main Game

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 19 Mei 2022 07:00
Fakta Baru Kasus Perundungan Bocah di Tangsel Terungkap, Berawal dari Ajakan Main Game
Ini fakta baru adanya perundungan bocah di Tangerang Selatan

Dream - Kasus perundungan bocah di Tangerang Selatan (Tangsel) telah terungkap. Korban merupakan remaja berinisial MZA, warga Kampung Jaletreng, Kecamatan Serpong, yang berusia 16 tahun.

Dalam perundungan itu, korban sempat dianiaya dengan besi obeng hingga lidahnya disundut api rokok. Kejadian tersebut diketahui oleh orangtua korban yang melihat status WhatsApp MZA.

" Saya tahu awalnya dari status update WhatsApp anak saya. Itu ada video anak saya dipukulin, terus ada kata-kata jorok di status update-nya," kata ibu MZA, Nuryanah, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 18 Mei 2022.

Video perundungan terhadap MZA pun viral di media sosial. Sebagai orang tua, Nuryanah dan suaminya, Dedi, langsung emosi melihat video tersebut. Mereka juga telah melaporkannya kepada polisi dan berharap para pelaku bisa segera diamankan serta dihukum berat.

" Jangan sampai ada kejadian seperti itu lagi. Yang membuat saya miris itu, anak saya teriak ampun-ampun. Itu yang buat saya miris. Harapan saya agar pelakunya dihukum berat, hati orang tua mana yang tega melihat anaknya dilukai orang," tegasnya.

1 dari 3 halaman

Kronologi

Peristiwa perundungan yang diduga dilakukan oleh teman sebaya MZA itu terjadi pada Minggu 15 Mei 2022. Pada pukul 21.00 WIB, MZA didatangi oleh seorang temannya untuk bermain gim.

" Awalnya anak saya disamperin temanya jam 21.00 WIB main Mobile Legend. Terus sampai kejadian (penganiayaan) dan pagi harinya saya baru tahu, kalau anak saya mengalami luka-luka," jelas Nuryanah.

Namun MZA cenderung menutupi dan tidak mau menceritakannya. Ketika ditanya kenapa lidahnya sakit, MZA menjawab tidak apa-apa.

" Jadi sebelum orang tuanya tahu, orang-orang lebih dulu tahu dari status di HP korban, terus ada status kata kata jorok. Nah saya tahu dari status anak itu, kemudian saya buka galery ternyata banyak videonya," terang Nuryanah.

2 dari 3 halaman

Video yang Tersebar dari Status WhatsApp

Nuryanah yang marah kemudian melaporkan ke RT, RW, hingga Mapolres Tangerang Selatan.

Berdasarkan pengakuan MZA, dikatakan aksi perundungan itu dilakukan di salah satu rumah tetangganya di lingkungan sekitar tempat korban tinggal. 

Saat penganiayaan, handphone korban diambil untuk melakukan perekaman yang kemudian diketahuinya saat melihat status WhatsApp.

" Jadi ngerekamnya pakai HP anak saya, saat anak saya dipukulin itu, HP-nya memang dipegang temannya. Terus pulang dibalikin. Ketahuannya saat saya melihat status update WhatsApp-nya itu," jelas Nuryanah.

3 dari 3 halaman

Sosok Korban Bukan Anak Berkebutuhan Khusus

Nuryanah menegaskan, MZA yang merupakan anak pertamanya adalah anak normal bukan berkebutuhan khusus. Namun daya pikirnya memang agak lemah. Ketika sudah berumur 16 tahun, ia masih berada di kelas 2 SMP.

Namun, dia mengakui daya pikir MZA terhadap pelajaran memang agak lemah. " Anaknya sih normal, memang kalau berpikir agak lama makanya sekarang umur 16 tahun tapi baru kelas 2 SMP," jelasnya.

Selain itu, MZA dikenal sebagai anak yang tertutup. Ia tak pernah mengadukan apa yang dialami kepada orangtua maupun orang terdekat.

" Dia itu tertutup dari dulu, mau diapain sama teman-temannya juga diam. Kalau engga ditanya dia diam saja," jelas Nuryanah.






Beri Komentar