Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Efek buruk anak kecil yang kecanduan gim online sudah banyak diketahui para orang tua. Namun tak lantas angka pecandu permainan ini berkurang karena kebanyakan faktor kasihan kepada anaknya. Namun sikap kurang tegasnya itu berdampak buruk dalam jangka panjang.
Dengan usianya yang masih kanak-kanak, sering kali seorang anak tak sadar dirinya sudah kecanduan. Orang tua baru menyadari kondisi ini ketika anak mulai berani menghabiskan uang bahkan mencuri untuk memenuhi hasratnya itu.
Kondisi terakhir terjadi pada seorang anak di Singapura. Ibu dari anak malang itu dibuat kaget ketika mendapati anaknya mencuri uang dari rekeningnya sebanyak 4.000 dolar Singapura, setara Rp42 juta.
Dikutip dari World of Buzz, pencurian itu dilakukan anaknya sekitar 3 bulan lamanya. Uang itu tidak hanya dipakai untuk mengatasi kecanduan game namun juga mentraktir teman-temannya makan enak.
Ibu dari bocah itu mengaku mendapati gelagat aneh pada anaknya. Kecurigaan itu muncul ketika anaknya tidak meminta uang saku untuk sementara waktu.
Kecurigaannya tersebut membuat ibu yang diketahui dengan identitas Linda memeriksa dompet anaknya. Sontak dia terkejut ketika menemukan uang Rp600 ribu lebih di dalam dompet tersebut.
Belum lagi, Linda merasa tidak pernah memberikan ponsel kepada anaknya. Si anak hanya dibolehkan meminjam ponsel sepupunya selama dua jam setelah pekerjaan rumah selesai.
" Saya memeriksa transaksi dan menemukan bahwa pada awalnya, dia mengisi ulang kredit dalam puluhan dolar, tetapi perlahan-lahan meningkat menjadi lebih dari 100 dolar Singapura (setara Rp1 juta). kemudian pada hari tertentu jumlahnya lebih dari 600 dolar Singapura (setara Rp6,3 juta)," kata Linda.
Secara total, antara Juli hingga September, anak itu menghabiskan lebih dari 3.000 dolar Singapura (setara Rp31,6 juta) untuk bermain game dan 500 dolar Singapura (setara Rp5,2 juta) untuk makan bersama teman-temannya. Itu setara dengan dua bulan pengeluaran rumah tangga mereka.
Linda mengatakan dia biasanya akan mentransfer penghasilan hariannya dari salon rambut langsung ke rekeningnya. Dia tidak pernah sekalipun menyadari ada yang salah.
Saat dia merenungkan kejadian itu, dia memutuskan untuk menganggapnya sebagai pelajaran yang menyakitkan. Dia berharap dengan berbagi pengalamannya, orangtua lain juga akan menyadari bahaya kecanduan game.
(Laporan : Delfina Rahmadhani)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa