Fakta-Fakta Azis Syamsuddin Ditangkap KPK: Uang Suap Masih Kurang Rp900 Juta

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 25 September 2021 13:38
Fakta-Fakta Azis Syamsuddin Ditangkap KPK: Uang Suap Masih Kurang Rp900 Juta
KPK telah menetapkan wakil ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Lampung Tengah.

Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap salah satu pejabat negara diduga melakukan tindak pidana korupsi. Lembaga antirasuah ini menahan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin yang dijemput paksa dari rumahnya. 

Azis terpaksa dijemput paksa oleh penyidik KPK jelang magrib pada Jumat, 24 Agustus 2021 kemarin. Politisi Partai Golkar ini sebelumnya sudah dipanggil KPK namun berhalangan hadir dengan alasan sedang menjalani isolasi mandiri setelah kontak erat dengan pasien Covid-19. 

Beberapa jam setelah pemanggilan paksa, KPK telah menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus suap perkara Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah. 

" KPK (coba) mengonfirmasi dan melakukan pengecekan kesehatan yang bersangkutan yang dilakukan oleh Tim Penyidik dengan melibatkan petugas medis," ungkap Ketua KPK, Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu 25 September 2021 dilansir dari Merdeka.com.

Berikut adalah fakta-fakta penangkapan Azis Syamsuddin oleh KPK seperti dirangkum dari Merdeka.com

1 dari 6 halaman

Dites Swab Sampai Diizinkan Mandi

Azis Syamsuddin© Merdeka.com

Proses pemanggilan paksa Azis Syamsuddin dilakukan setelah KPK mengaku sudah mengetahui keberadaan politisi tersebut. Azis ditangkap di salah satu rumahnya pada waktu Magrib, kemarin.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan penyidik menyambangi lokasi Azis dengan membawa petugas tes Covid-19. Usai dilakukan pemeriksaan diketahui Azis negatif Covid-19.

" Tes swab antigen negatif," ungkap Firli

Sebelum dibawa ke gedung KPK, penyidik mengizinkan Azis untuk mandi dan melakukan berbagai persiapan lain sambil menunggu penasihat hukum

 

2 dari 6 halaman

Dipimpin Langsung Direktur Penyidikan KPK

57 Pegawai Dipecat Tanpa Pesangon dan Pensiun, Ini Jawaban KPK© MEN

Penjemputan paksa Azis ini tergolong serius karena prosesnya dipimpin langsung oleh Direktur Penyidikan KPK.

" Tim dari KPK dipimpin langsung oleh Direktur Penyidik," ucap Pelaksana tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Saat memberikan keterangan tersebut, Pihak KPK belum menjelaskan perkara yang membuat Aziz dijemput paksa. Ali memastikan akan menyampaikan status Azis setelah melakukan proses pemeriksaan oleh penyidik.

" Kami melakukan proses pemeriksaan penyidikan dugaan adanya pemberian berupa uang terkait dengan perkata yang sedang ditangani KPK. Kami pastikan kami akan sampaikan secara utuh dan lengkap," jelasnya.

 

 

3 dari 6 halaman

Status Jadi Tersangka

Beberapa setelah penjemputan paksa tersebut, KPK akhirnya resmi menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Ketua KPK menyatakan pemanggilan paksa Azis oleh KPK memang dilakukan dalam statusnya sebagai tersangka. Firli juga memastikan lembaganya bekerja profesional dalam mengungkap kasus tersebut.

" Kita kerja profesional. Pada saatnya kami akan memberikan penjelasan kepada publik," kata Firli.

4 dari 6 halaman

Kasus Korupsi yang Menyeret Azis Syamsuddin

Satgas KPK Dipecat Curi Emas Barang Bukti Kasus Korupsi© MEN

Dalam penjelasannya Sabtu dini hari, KPK menjelaskan wakil ketua DPR itu menjadi tersangka terkait dugaan pemberian atau janji dalam penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

" Dalam perkara ini melakukan upaya paksa berupa penaggkapan AZ, dengan langsung mendatangi kediamannya yang ada di Jakarta Selatan," katanya.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum pada KPK terhadap mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju disebutkan Azis Syamsuddin bersama Aliza Gunado menyuap Robin senilai Rp 3 miliar dan USD 36 ribu (sekitar Rp 513 juta) sehingga totalnya sekitar Rp3,5 miliar.

Suap diberikan Azis dan Aliza untuk mengurus kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

Sebelumnya, nama Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin disebut dalam dakwaan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir meminta semua pihak menerapkan asas praduga tak bersalah.

 

5 dari 6 halaman

Uang Suap Masih Kurang Rp900 Juta

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkap Azis Syamsuddin baru merealisasikan Rp3,1 miliar dari Rp4 miliar suap yang dijanjikannya terhadap Stepanus Robin.

" Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP (Stepanus Robin) dan MH sebesar Rp4 miliar, yang telah direalisasikan baru Rp3,1 miliar," kata Firli dalam jumpa pers di KPK, Sabtu (25/9) dini hari.

Pencuri Uang© © 2018 http://www.shutterstock.com

Azis sendiri menghubungi Stepanus pada Agustus 2020 terkait minta tolong dibantu mengurus kasus yang menyeretnya dan AG. Kasus tersebut tengah digarap KPK

Dalam perkara suap ini, Azis dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001.

 

 

6 dari 6 halaman

Telisik Kasus Suap dari Mantan Bupati

Selain kasus di Lampung Tengah, KPK juga memastikan akan mendalami dugaan suap yang diterima Azis Syamsuddin dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Diduga, penerimaan suap oleh Aziz untuk memuluskan pengurusan Peninjauan Kembali (PK) perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rita ke Mahkamah Agung.

" Saya harus sampaikan juga terkait pemberian suap dari (Rita) Widyasari dan AZ kepada SRP (Stephanus Robin Pattuju). Tentu ini masih dalam tahap kita akan dalami terkait dengan dugaan-dugaan tadi," ucap Firli dalam jumpa pers Sabtu (25/9) dini hari.

Adapun korelasi antara Rita, Aziz dan mantan penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju. Azis disebut mengenalkan Rita kepada Robin jika sewaktu-waktu ingin mengurus satu perkara di KPK.

Beri Komentar