Sidang Jessica, Ayah Mirna: Sadis Begitu Ngumpet

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 21 Juni 2016 15:04
Sidang Jessica, Ayah Mirna: Sadis Begitu Ngumpet
Hampir seluruh keluarga korban pembunuhan menggunakan sianida Wayan Mirna Salihin datang ke persidangan.

Dream - Ada yang berbeda dalam sidang kedua kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin. Dalam persidangan yang mengagendakan pembacaan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) tersebut hadir hampir seluruh keluarga Mirna.

Bukan hanya sang ayah, Darmawan Salihin, saudara kembar Mirna, yakni Sandy Salihin, hingga suami Mirna, Arief Soemarko tampak dalam persidangan. Mereka tampak khidmad menyaksikan jalannya sidang.

Arief mengaku akan terus mengikuti keseluruhan jalannya sidang, dadi awal hingga amar putusan.

" Pasti setiap minggu ikuti persidangan," kata dia di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juni 2016.

Arief mengaku optimis jika Jessica nantinya akan dibuktikan bersalah di dalam persidangan. Meski begitu, dia menyerahkan seluruh hasil ke pengadilan.

" Serahkan ke pengadilan saja. Kalian juga penasaran, biar kalian lihat siapa itu dia (Jessica)," ujar dia.

Tak seperti Arief yang tenang dalam persidangan, rasa emosi masih tampak di wajah Darmawan Salihin. Usai sidang dia bahkan melontarkan kata-kata yang menyebut jika Jessica seorang pengecut.

" Dia pengecut, dia pakai racun, jahat sekali, dia bisa bunuh macam-macam lho. Negara punya aparat apa, itu berbahaya, gak boleh itu, jangan didiamin soal ini," ucap Darmawan.

Dharmawan khawatir jika Jessica lepas dari ancaman hukuman, maka banyak korban-korban lainnya.

" Sadis begitu, ngumpet. Kalau berani, tusuk nggak apa-apa, ngaku ni gue bunuh om. Ya udah, mau ngapain? Gitu jagoan dia," kata dia.

Kondisi berbeda dialami Jessica. Keluarga perempuan yang lama tinggal di Australia itu tak nampak batang hidungnya.

Ibundanya, Imelda Wongso yang dikabarkan akan menghadiri sidang ternyata tak jadi datang. Menurut pengacaranya Yudi Wibowo Sukinto, ibunda Jessica mengalami depresi pasca putri bungsunya kembali menjadi sorotan.

" Depresi ibunya (Jessica) makanya nggak datang. Sekarang kan ramai lagi beritanya," kata Yudi.

Kantongi Video....

1 dari 3 halaman

Ayah Mirna Mengaku Punya Video Jessica Saat Menuang Racun

Dream - Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso terdakwa kasus pembunuhan atas Wayan Mirna Salihin langsung mengajukan eksepsinya dalam sidang pertama yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juni 2016.

Dalam eksepsi itu, kuasa hukum menolak keterlibatan kliennya dalam pembunuhan Mirna.

Menanggapi eksepsi tersebut, Darmawan Salihin, ayah dari Mirna, mengatakan jika Jaksa Penuntut Umum sudah memiliki bukti yang kuat.

" Kuasa Hukum (Jessica) berhak melakukan itu, tapi kan yang penting buktinya. Kami sendiri akan buktikan," kata Darmawan usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Darmawan dia tidak gentar dengan banyaknya kuasa hukum yang membela Jessica. Sebab, dia yakin dengan bukti-bukti yang telah didaptkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

" Mau kuasa hukumnya 50 juga nggak apa-apa. Yang penting fakta hukumnya," ujar dia.

Darmawan mengatakan, dia akan memberikan bukti yang sangat kuat dan akan menampilkan bukti yang membuat Jessica tak dapat mengelak lagi.

" Nanti akan dikasih lihat video jessica akan meracun (Mirna). Kalau misalnya dia mau ngapain aja ya terserah itu haknya dia," kata dia.

Ayahanda Mirna itu yakin semua fakta akan terungkap dan kasus kematian Mirna dapat diungkap secara jelas.

Dia pun tak ingin jauh menanggapi ancaman hukuman mati yang akan didapat oleh Jessica.

" Itu materi sidang yah. Nanti saja," ujar dia sambil berlalu.

 Alasan Membunuh Tak Masuk Akal...

2 dari 3 halaman

Eksepsi Jessica: Alasan Membunuh Tak Masuk Akal

Dream - Sangkaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang didakwakan kepada Jessica Kumala Wongso langsung ditanggapi oleh tim kuasa hukum Jessica. Nota keberatan atau eksepsi itu dibacakan anggota ketua tim kuasa hukum Otto Hasibuan.

Menurut Otto, dakwaan jaksa yang disangkakan kepada Jessica, tidak cermat dan tidak jelas. Salah satu butir yang menurut pengacara Jessica meragukan adalah penjelasan mengenai pembunuhan berencana.

" Jika pembunuhan berencana harusnya diuraikan dengan cermat dan tepat," kata Otto, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 15 Juni 2016.

Menurut Otto, ada tahapan pembunuhan berencana yang tidak diuraikan secara rinci oleh jaksa.

" Mestinya JPU menjelaskan cara mendapat dan bentuk natrium sianida, dan cara penyimpanan. Tidak sekonyong-konyong Jessica dapat," kata mantan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia atau Peradi itu. 

Selain itu, Otto juga keberatan dengan penyebab kematian Wayan Mirna Salihin. Sebab, dalam visum et repertum yang dia dapatkan tidak dijelaskan penemuan sianida dan proses kematian Mirna.

" JPU hanya menyebut ada 298 mg sianida di dalam es vietnam yang diminum Mirna, berdasarkan pada sisa minuman dan bukan pada korban. Tidak ada yang tahu berapa banyak yang berada di dalam tubuh korban," kata dia.

Tim kuasa hukum Jessica juga mempertanyakan dakwaan jaksa yang menyebutkan kliennya membunuh Mirna Salihin karena sakit hati akibat disuruh putus dengan pacar. Dakwaan itu dinilai tidak masuk akal.

Atas eksepsi itu, Otto meminta putusan sela hakim untuk mengabulkan eksepsi yang dibacakan.

Atas dibacakannya eksepsi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  meminta waktu untuk menjawab. Hakim Kisworo meminta pembacaan jawaban JPU dapat dilakukan pada Selasa, 21 Juni 2016. 

Motif Sebenarnya Jessica Racuni Mirna....

3 dari 3 halaman

Motif Sebenarnya Jessica Racuni Mirna

Dream - Sidang perdana Jessica Kumala Wongso digelar di Pengadilan Tinggi (PN) Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juni 2016. Pada sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap Jessica setelah diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin.

Jessica oleh JPU disangka melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Dakwaan tersebut dibacakan oleh jaksa Ardito Muardi.

" Perbuatan terdakwa jessica Kumala alias Jessica Kumala Wongso alias Jess sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 340 Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP)," ucap Ardito.

Menurut Ardito, sebab Jessica membunuh Mirna karena sakit hati. Jessica, menurut JPU, sakit hati dengan Mirna karena, korban menasehati Jessica agar putus dengan kekasihnya.

" Sekira pertengahan 2015, Korban Mirna mengetahui permasalahan dalam hubungan percintaan antara terdakwa dengan pacarnya sehingga, korban Mirna menasehati terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal,"

Menurut JPU, Jessica membunuh Mirna karena sakit hati atas perkataan Mirna saat Jessica dengan Mirna kala berkuliah di Kampus Billy Blue College Of Desain di Sidney, Australia.

" Sekira pertengahan tahun 2015, korban Mirna mengetahui permasalahan dalam hubungan percintaan antara terdakwa dengan pacarnya sehingga, korban Mirna menasehati terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal," kata Ardito.

Kondisi itulah yang konon menurut JPU membuat Jessica merencanakan pembunuhan kepada Mirna. Jaksa menjelaskan, Jessica membubuhi sianida ke gelas kopi yang diminum Mirna di Cafe Olivier, Grand Indonesia.

Sidang ini dipimpin oleh Kisworo sebagai ketua majelis, Martahi Hutapea sebagai anggota majelis, dan Binsar Gulton sebagai anggota majelis. Dalam sidang itu tampak ayahanda Wayan Mirna, Darmawan Salihin.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie