Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama Kemenhan Dengan Muhammadiyah (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyepakati pelaksaan program bela negara. Kesepakatan yang diwujudkan dalam nota kesepakatan bersama tersebut diharapkan bsa membantu membentengi generas muda dari paham radikalisme dan terorisme.
Penandatanganan ini dilandasi kesadaran sejarah adanya hubungan kultural antara Muhammadiyah dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pendiri TNI, Jenderal Soedirman dikenal sebagai tokoh dan kader Muhammadiyah.
" Kesadaran bela negara itu muncul karena kemerdekaan Indonesia direbut dengan waktu yang panjang. Dulu usaha yang dilakukan Panglima Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan harus diketahui anak muda," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kemenhan, Jakarta, Selasa, 13 April 2016.
Ryamizard mengatakan program bela negara akan menjadi salah satu usaha untuk membekali dan membentengi generasi muda dari paham radikal dan terorisme.
" Kami ingin melakukan yang konkret dan langsung kepada masyarakat," ucap dia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan kerjasama ini sebagai simbol dukungan Muhammadiyah menghargai proses perjuangan bangsa. Sebab, dalam proses integrasi nilai keislaman dan keindonesiaan diperlukan upaya reaktualisasi.
" Tantangannya juga tidak kalah beratnya, ketika bangsa ini berhadapan dengan kepentingan luar," kata Haedar.
" Langkah komprehensif tentang nilai-nilai ke-Indonesiaan, memelihara keamanan dan perdamaian, itulah yang menjadi komitmen kolektif kita," ucap dia menambahkan.
Dalam acara itu, nota kesepakatan ditandatangani oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mukti dan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Timbul Siahaan dan disaksikan Menhan Ryamizard Ryacudu dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Nantinya, kerjasama kedua belah pihak itu akan diimplementasikan dalam berbagai bentuk pendidikan dan pembinaan dari Menhan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya