Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Instagram/sandiuno)
Dream - Pemerintah menunda kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobudur yang sempat menjadi pro kontra publik. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan bahwa penundaan itu adalah untuk harga tiket naik ke area stupa.
“ Pemerintah menunda kenaikan rencana harga tiket naik ke area stupa, jadi yang naik ini adalah tiket naik ke area stupa Candi Borobudur,” kata Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin 13 Juni 2022.
Sandiaga menjelaskan, tindak lanjut penundaan itu adalah melakukan pengkajian bersama Taman Wisata Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur, pentahelix, para ahli, para pelaku parekraf, UMKM, dan masukan tokoh masyarakat maupun agama.
“ Kita ingin keputusannya nanti berpihak kepada, pertama konservasi, menjaga kelangsungan dan menjaga kelestarian dari Candi Borobudur. Dan berpihak kepada rakyat khususnya ekonominya yang baru mulai menggeliat di kawasan Candi borobudur,” terang Sandiaga Uno.
Kemenparekraf juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menciptakan travel pattern atau pola-pola perjalanan untuk wisata Candi Borobudur.
Salah satunya, Sandiaga mengatakan, akan mengundang investasi di bidang augmented reality dan virtual reality. Kemudian nanti akan membuat museum tiga dimensi bagi wisatawan yang nantinya tidak bisa naik ke area stupa.
“ Museum tiga dimensi yang bisa memberikan kesempatan masyarakat yang memutuskan untuk tidak naik ke atas area stupa candi Borobudur tapi bisa duduk di pelataran,” tutur Sandiaga Uno.
Dengan adanya museum tiga dimensi wisatawan dapat merasakan sensasi membaca relief demi relief dari Candi Brobudur tersebut.
“ Karena ini sangat mengandung kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa kita,” lanjut Sandiaga Uno.
Selain itu, Kemenparekraf juga telah meresmikan kendaraan ramah lingkungan di Candi Borobudur serta stasiun pengisian kendaraan listrik umum dalam rangka mewujudkan program eco wisata atau green tourism di Indonesia.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

