Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Dream - Sebentar lagi, warga Tionghoa akan merayakan Imlek. Hari Raya ini membawa kebahagiaan bagi semua.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, punya kenangan manis terkait Imlek. Semasa kecil, Gus Yaqut punya pengalaman seru berburu angpao bersama para santri di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah.
Ponpes Radlatut Thalibin merupakan pesantren yang didirikan keluarga besar Gus Yaqut dan berlokasi di dekat pemukiman etnis Tionghoa. Setiap Imlek, dia bersama para santri turut merasakan semarak perayaan Hari Besar itu.
Bahkan, dia bersama para santri sering berkunjung ke rumah warga etnis Tionghoa sekaligus berburu angpao. Baginya, suasana penuh kerukunan itu sangat berkesan.
" Kita senang sekali karena mendapatkan angpai pada waktu itu," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Kemenag.
Rasa persaudaraan itu, kata Gus Yaqut, masih terasa hingga saat ini. Sayangnya, Imlek tahun ini harus dirayakan secara berbeda akibat pandemi Covid-19.
" Nah situasi sekarang berbeda, Indonesia dan dunia sedang mengalami pandemi Covid-19. Saya kira umat Konghucu juga harus mawas diri bahwa perayaan Imlek itu bisa dirayakan dengan cara yang sederhana dan mematuhi protokol kesehatan," kata Gus Yaqut.
Gus Yaqut telah berkomunikasi dengan para tokoh Khonghucu dan Tionghoa agar mengajak umatnya untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama merayakan Imlek. Caranya bisa dilakukan secara virtual.
" Saya kira saling mengunjungi atau silaturahmi bisa diganti dengan cara-cara saling menjaga satu dengan yang lainnya dari pandemi Covid-19. Misalnya dengan cara virtual," kata dia.
Gus Yaqut meyakini meski perayaan dilakukan secara sederhana tidak akan mengurangi makna Imlek. Bagi Konghucu, Imlek adalah wujud ungkapan rasa syukur.
" Ini momen bersyukur bahwa selama setahun dalam perlindungan dan keberkahan dari Tuhan dan berharap di tahun berikutnya akan mendapatkan keberkahan dan perlindungan yang lebih baik lagi," kata Gus Yaqut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam