Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan, terdapat tren positif yang muncul dalam tiga pekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kasus aktif tampak menurun setelah penerapan PPKM.
" Tren kasus aktif memperlihatkan penurunan, di mana dua minggu sebelumnya menunjukkan tren kenaikan dari hasil evaluasi penanganan Covid-19 di provinsi ibu kota DKI Jakarta, dan provinsi Jawa Barat," ujar Wiku.
Wiku mengatakan hal ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk menekan Covid-19. Meski demikian, perkembangan positif ini belum bisa dikatakan sepenuhnya berhasil.
" Para prinsipnya, kita dapat belajar dari keunggulan pihak lain untuk dapat ditiru maupun menjadi kekurangan yang bisa dicegah," kata Wiku.
Menurut Wiku, terdapat empat parameter yang ditetapkan agar daerah bisa dinyatakan berhasil menerapkan PPKM. Empat parameter tersebut menandakan pentingnya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah, maupun daerah satu dengan lainnya untuk saling membantu.
" Kita mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi vertikal dan horizontal untuk meningkatkan kualitas penanganan Pandemi Covid-19 yang lebih baik," kata Wiku.
Data hasil pengamatan Satgas Codid-19 per 31 Januari 2021 menunjukkan kasus aktif di DKI turun menjadi 8,78 persen dari 9,85 persen. DKI terus berupaya menekan kasus aktif dengan meningkatkan upaya testing dan tracing 12 kali lipat dari target WHO dalam sepekan.
Tingkat kesembuhan di DKI saat ini sebesar 89.46 persen. Meski begitu, angka kasus aktif masih tinggi dan belum dapat menurunkan tingkat keterisian tempat tidur di ICU maupun ruang isolas.
Tingkat Keterisian tempat tidur ICU dan ruang isolasi di DKI pada pekan terakhir hanya berkurang menjadi 84,01 persen dari 84,5 persen. DKI pun diminta meningkatkan kualitas pelayanan untuk menekan angka tersebut di bawah 70 persen.
Sementara di Jabar, tren kasus aktif cukup fluktuatif. Di pekan terakhir, kasus aktif naik menjadi 20,74 persen dari sebelumnya 17,18 persen.
Tingkat kesembuhan juga menurun dari 81,61 persen menjadi 77,98 persen. Sedangkan tingkat kematian per 31 Januari 2021 mencapai 1,29 persen.
Kondisi keterisian tempat tidur ruang isolasi dapat ditekan hingga menyentuh 69,52 persen. Angka ini sudah di bawah parameter nasional sebesar 70 persen, dikutip dari Covid-19.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya