Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Burke Masuk Islam Di Indonesia (Wikipedia-Youtube)
Dream - Dua puluh tahun silam, mungkin menjadi masa yang tidak akan dilupakan oleh Yusuf Burke. Setelah dua tahun lulus sekolah, insinyur asal New York itu bergabung dalam tim energi listik Amerika Serikat. Saat itu pula dia berkesempatan menjelajahi sejumlah negara.
" Saya bepergian ke ke luar negeri untuk bekerja pada proyek listrik, khususnya membangun pembangkit listrik. Negara muslim pertama yang saya singgahi adalah Indonesia pada 1994," tutur Burke dikutip Dream.co.id dari On Islam, Selasa 24 Juni 2014.
Saat itu, Burke langsung jatuh cinta dengan budaya Indonesia. Meski sebelumnya telah sedikit mengenal budaya Islam dari sang ayah, dia benar-benar merasa Indonesia memberikan pengalaman baru tentang dunia muslim. Di sinilah mata hati Burke terbuka.
" Ini merupakan negeri pertama kalinya saya pindah dan tinggal di negeri yang didominasi masyarakat muslim," tutur dia.
Di Indonesia, Burke benar-benar merasakan kehangatan sikap masyarakat. Dia benar-benar kagum dengan keramahtamahan masyarakat di sini. Pengalaman itulah yang mendorong dia untuk mempelajari Islam, yang dianut mayoritas penduduk Indonesia.
" Saya kemudian mulai mempelajari Islam dan saya masuk Islam tahun 1996," kata Burke. Tak lama setelah masuk Islam, dia kemudian menikah. Pada 2002 dia menetap di Indonesia setelah sebelumnya tinggal di Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand.
Tentu saja keluarga sangat terkejut dengan keputusan Burke itu. Dia memberi penjelasan soal keputusan pindah keyakinan itu. Akhirnya, keluarga Burke bisa memahami pilihan ini. " Keluarga saya sangat terbuka. Saya pikir mereka menghormati orang lain yang memeluk agama lain, khususnya agama tauhid ini," kata dia.
Menjadi mualaf, bukan berarti hati Burke sudah mantap. Dia masih merasa haus akan ilmu-ilmu Islam. " Saya benar-benar merasakan persaudaraan ketika berdiskusi dan tinggal di tengah-tengah kalangan muslim. Saya bersekolah Islam saat pergi ke Malaysia dan Australia," ujar Burke. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan