Ketum PBNU Sayangkan Sikap Anarkis Terjadi Saat Ramadan

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 24 Mei 2019 07:00
Ketum PBNU Sayangkan Sikap Anarkis Terjadi Saat Ramadan
Di salah satu pesantren di Cirebon, Jawa Barat, ada santri yang mengkhatamkan pengajian kitab kuning.

Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyayangkan sikap anarkis yang terjadi di saat umat Muslim tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Dilaporkan NU Online, Kamis, 24 Mei 2019, Said menyinggung aksi anarkis yang terjadi di Jakarta.

Dia mengatakan, umat Islam yang mengaku membela Islam, justru melakukan aksi demonstrasi yang berujung dan diwarnai dengan tindakan anarkis, hingga menimbulkan kerugian.

Said Aqil membandingkan, para santri dan warga NU di berbagai daerah saat ini meramaikan Ramadan dengan aktif pengajian, termasuk pengajian kitab kuning.

Dia menyontohkan, di salah satu pesantren di Cirebon, Jawa Barat, ada santri yang telah mengkhatamkan pengajian kitab kuning sebanyak lima jilid.

Said menjelaskan dengan peristiwa tersebut, semangat beragama dan berbangsa warga NU sudah tepat.

Selain melihat fenomena ini, Said juga mengkritisi maraknya ustaz dadakan saat Ramadan. Para ustaz yang aslinya berprofesi sebagai artis, dengan alasan hijrah lalu mengubah penampilan dengan dandanan islami.

Bermodal satu dua ayat yang mereka kuasai, kata Said, lalu dijadikan keberanian menyatakan diri sebagai ustaz.

Kondisi ini menurut dia berbeda dengan tradisi NU. Seorang kiai atau ustaz, akan lebih dulu menempa diri dengan beragam pengetahuan keagamaan, sehingga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengaji.(Sah)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-