Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Susmiyati, Korban Kebakaran Hebat Di Kebayoran Lama (act.id)
Dream - Lebaran lazimnya merupakan momen yang penuh kebahagiaan bagi semua orang. Sayangnya, kebahagiaan ini tidak dirasakan oleh sebagian Muslim, terutama mereka yang tinggal kawasan pemukiman Simprug, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Api berkobar melalap habis kawasan pemukiman tersebut pada H-3 lebaran. Alhasil, mereka terpaksa merayakan Idul Fitri di aula penampungan.
Tempat tinggal dan barang kebutuhan mereka ludes dilahap si jago merah. Padahal, mereka telah menyiapkan segala keperluan untuk berlebaran.
Kegetiran ini juga dialami oleh Susmiyati, 41 tahun, ibu tiga anak yang tinggal di sebuah rumah kontrakan berukuran 3x4 meter. Rumah sekaligus hartanya kini telah berubah menjadi tumpukan arang.
Susmiyati hanyalah seorang pengrajin kue basah yang kerap menitipkan dagangannya di warung kelontong dekat tempat dia tinggal. Sementara suaminya adalah seorang buruh kayu.
Menjelang Idul Fitri, Susmiyati dan suaminya menjalankan niat mereka mengirimkan uang Tunjangan Hari Raya (THR), sekaligus gaji bulanan ke saudara yang membutuhkan di kampung mereka. Dalam benak mereka hanya ada satu pikiran yaitu menyumbang.
" Waktu itu saya dan bapaknya cuma berprinsip, nggak apa-apa kita nyumbang semua THR dan gaji bulanan, insya Allah kita nggak akan kekurangan. Justru yang ada insya Allah keberkahan untuk keluarga saya," ujar Susmiyati, dikutip Dream dari act.id, Rabu, 13 Juli 2016.
Keduanya ternyata justru mendapat ujian. Saat mereka tidak lagi memiliki uang, Allah justru mengambil semua harta mereka melalui kebakaran hebat pada Minggu, 3 Juli 2016.
" Waktu itu anak saya langsung tarik saya keluar rumah, saya lihat anak saya hanya sempat ambil sajadah dan mukena untuk diselamatkan," kata dia.
Keesokan paginya, Susmiyati bersama suaminya menyempatkan diri melihat rumah kontrakan mereka yang terbakar. Ia terkejut lantaran mendapati seluruh peralatan membuat kue miliknya dalam keadaan utuh.
" Saya cuma mikir, apa hikmah dari keadaan ini? Padahal semua yang ada di dalam rumah nggak ada yang bersisa. Kok peralatan bikin kue utuh sama sekali. Rusak pun tidak," ucap Susmiyati.
Melihat hal itu, timbul kemantapan dalam diri Susmiyati untuk tidak larut dalam kesedihan. Dia yakin, utuhnya peralatan pembuat kue miliknya merupakan wujud pertolongan Allah agar dia bersemangat untuk terus berusaha.
" Alhamdulillah, walau rumah tak lagi utuh, Allah masih mengamankan peralatan kue saya. Semoga dengan karunia ini saya bisa merintis lagi dari awal. Melanjutkan lagi jalan kehidupan yang lebih baik, dan hanya bisa ikhlas dari kejadian ini. Yang hilang hanya harta, tapi Allah nggak hilangkan rejeki saya," tutur Susmiyati.
(Ism, Sumber: act.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam