Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (witsvuvuzela.com)
Dream - Sejumlah non-muslim mengamati proses puasa kaum muslim. Tak hanya mengamati, mereka bahkan ikut berpuasa. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh non-muslim asal Filipina, Neil Grajo, dan kawan-kawannya di Arab Saudi. Mereka ingin mengetahui pelajaran yang bisa dipetik di balik puasa Ramadan.
" Ramadan bagus juga untuk negara seperti Filipina di mana merokok dan minum alkohol menjadi virus yang tak hanya membahayakan ekonomi, tapi juga kesehatan," tutur Grajo dikutip Dream.co.id dari Arab News, senin 30 Juni 2014.
Selain Grajo dan kawan-kawannya dari Filipina, masih banyak lagi orang-orang non-muslim yang turut mengamati proses ibadah selama Ramadan. Mereka ingin menemukan nilai-nilai kehidupan dalam bulan suci ini. Tak hanya untuk sistem diet yang bisa menurunkan berat badan, namun juga untuk mengubah gaya hidup yang buruk.
" Ini pertama kali saya puasa dan jujur ini sangat sulit, tapi saya mencoba untuk tetap normal," tutur Chariz Serrot yang meneliti proses puasa dengan enak buahnya.
Perempuan ini menambahkan, berpuasa menambah nilai moral dalam diri seseorang. " Ini sulit tapi saya selalu ingin memulai perjalanan spiritual ini dan mempertimbangkan ini sebagai cara disiplin spiritual meskipun saya bukan seorang muslim," tambah Serrot.
Sementara, bagi Rayan Mania, warga Filipina yang tinggaol di Riyadh, Ramadan merupakan salah satu kewajiban penting bagi kaum muslim. Di mana kaum muslim meningkatkan kemurahan hati dan meningkatkan ibadah lainnya, meskipun mereka berpuasa.
Ilmuan Islam, Sa’dullah Khan, mengatakan, melalui puasa, umat muslim dapat meningikan tingkat spiritualnya. Dengan berpuasa pula umat muslim bisa belajar disiplin.
" Melalui puasa, manusia menakhlukkan nafsu jasmaniah, menundukkan keserakahan dan nafsu, yang membawa mereka ke tingkat spiritual yang lebih tinggi," ujar Sa’adullah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya