Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto Ilustrasi Hijaber Menggunakan Celana Jins (hijabitorock.blogspot.com)
Dream - Tingginya angka perkosaan di negeri Hindustan, mendorong dua mahasiswi bernama Diksha Pathak (21) dan Anjali Srivastava (23) dari Varanasi, India menciptakan celana jins antipemerkosaan.
Diberitakan laman Daily Mail, Jumat 27 Juni 2014, keduanya menginstal perangkat elektronik di celana jins wanita. Nantinya jika mendapatkan ancaman, si pemakai celana tinggal menekan alat akan mengirim sinyal--seperti alarm ke kantor polisi terdekat.
Diklaim, sudah sekitar 200 kantor polisi di India dilengkapi teknologi untuk menerima alarm dari jins itu. " Kami telah berpikir lama untuk membuat perangkat ini," ujar Pathak.
Menurut dia, ayahnya yang seorang sopir taksi, selalu khawatir jika ia pulang malam. " Ayahku sering khawatir setiap kali aku pulang terlambat. Dengan adanya jins antipemerkosaan diharapkan bisa menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap tindak kriminal," kata dia.

Untuk menciptakan jins antipemerkosaan, Pathak dibantu oleh temannya, seorang mahasiswa komunikasi elektronik, Anjali Srivastava. Perangkat elektronik dalam jins itu dapat digunakan selama kurang lebih tiga bulan. Setelah itu, baterainya harus diganti.
Jika alat itu berhasil menekan pemerkosaan di India, pemerintah akan menyebarluaskannya. Berdasarkan data pemerintah, pemerkosaan terjadi setiap 22 menit sekali di India, bahkan banyak dari korbannya sampai meninggal dunia. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan