Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto Ilustrasi Umat Muslim Di AS Melakukan Salat Berjamah (washingtonpost.com)
Dream - Troy Bagnall, pemuda 22 tahun asal Phoenix, Arizona, Amerika Serikat menjadi mualaf setelah belajar Islam melalui mata kuliah Peradaban Islam di kampusnya, Arizona State University.
Perjalanan Troy berawal saat ia banyak mendengar konflik dan peperangan di beberapa negara muslim dan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Dia lantas melakukan riset kenapa di negara-negara tersebut sering dilanda konflik.
Karena suka dengan pelajaran sejarah, Troy juga belajar tentang sejarah muslim. Dia mengambil kelas Peradaban Islam di kampusnya. Semakin lama mempelajari budaya dan sejarah Islam, Troy semakin tertarik untuk belajar agama Islam.
Saat mengambil kelas sejarah lain yakni Sejarah Islam, Troy bertemu dengan dosen bernama Muhammad Totah yang menguasai tentang Injil, Alquran dan Taurat. Bersama Totah, Troy terlibat diskusi tentang agama-agama. Melalui diskusi tersebut, Troy akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf.
Selama mempelajari Islam, Troy mendapati Alquran sebagai kitab tanpa cela. Menurutnya, Alquran sangat mudah dipahami tanpa perlu perantaraan orang lain.
Troy juga mempelajari Islam dan perkembangannya hingga kini. Menurutnya, Islam adalah agama universal yang diturunkan untuk disebarkan di segala penjuru semesta alam. Namun ia merasa sedih, di negaranya Islam digambarkan sebagai agama aneh yang berasal dari Timur Tengah.
Troy akhirnya memahami bahwa konflik dan perang yang terjadi di beberapa negara Muslim dan negara dengan penduduk mayoritas muslim adalah masalah politik bukan karena Islam mengajarkan untuk berperang satu sama lain.
Banyak juga yang bertanya kepada Troy soal politik dan budaya di Timur Tengah. Troy pun menjelaskan dengan senang hati bahwa Islam berbeda dengan politik dan budaya Timur Tengah. Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan toleransi meski dalam batas tertentu.
" Saya menerima Islam karena saya yakin itu adalah agama yang benar dari Allah. Islam itu sederhana, lugas, dan tidak membingungkan," ujarnya tentang mengapa dia memeluk Islam.
Selain itu, Troy juga menyukai bagaimana Islam memiliki ikatan persaudaraan universal yang kuat diantara para pemeluknya.
" Saya sangat nyaman menjadi muslim. Itu membantu saya menjalani hidup lebih baik. Juga membantu saya mengatasi stres," kata Troy.
(Ism, Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan