Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Relawan White Helmets Saat Menyelamatkan Korban Serangan Bom Di Suriah (saudigazette.com.sa)
Dream - Beberapa orang berdiri di pusat kota Aleppo, Suriah, dengan kepala menengadah. Mata mereka tajam menatap langit, mengintai semua benda asing yang terbang di atas mereka.
Beberapa saat kemudian, satu unit peluru kendali meluncur di atas mereka. Mata mereka seketika bergerak mengikuti arah rudal tersebut. Sesaat kemudian, bunyi ledakan terdengar begitu keras.
Seketika, orang-orang itu segera naik mobil dan memacunya secepat mungkin ke lokasi jatuhnya bom. Dengan sigap, mereka langsung membongkar bongkahan bangunan untuk memastikan ada tidaknya korban.
Mengevakuasi korban bom adalah misi utama mereka. Jasa orang-orang ini begitu besar selama perang saudara berkecamuk di Suriah, yang telah menewaskan banyak korban sipil.
Sebelum perang, orang-orang ini berprofesi sebagai tukang roti, guru, bahkan tukang cat. Mereka tidak terlatih untuk tugas penyelamatan. Tapi, mereka punya tekad yang kuat untuk menolong sesamanya.
Mereka mendedikasikan diri untuk menolong sesama dengan bergabung menjadi bagian dari kekuatan pertahanan sipil Suriah, atau dikenal dengan 'White Helmet'. Organisasi ini berisi para relawan yang berjuang mengevakuasi para korban perang.
" Kami dipanggil saat serangan terjadi sebulan sekali yang menewaskan 30 orang, tapi sepanjang intervensi Rusia, panggilan tugas lebih banyak, dengan catatan kami sebanyak 100 orang tewas dan lebih dari 200 orang luka-luka," ujar Direktur White Helmets, Raed Al Saleh.
Nama White Helmets disematkan pada organisasi ini lantaran mereka kerap mengenakan helm pelindung kepala berwarna putih. Dengan helm itu, mereka menyelamatkan nyawa banyak orang.
Saleh sendiri sebelumnya merupakan tenaga pemasaran pemasok barang-barang elektronik. Dia bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan kelompok relawan tidak bersenjata yang didirikan untuk respon penyelamatan darurat saat bom jatuh.
Organisasi ini didirikan pada 2014 dan kini telah memiliki 3.000 relawan. White Helmets dikenal sebagai organisasi relawan besar yang banyak beroperasi di kawasan di luar kontrol pemerintah.
" Serangan telah menargetkan objek vital yang memberi bantuan rutin dan kemudian menyerang orang-orang yang berusaha menyelamatkan orang lain. Baru-baru ini, 10 rumah sakit telah diserang," kata Saleh.
Para relawan yang bergabung menjalani pelatihan di perbatasan Turki sebelum bertugas di 114 titik di seluruh Suriah, termasuk daerah yang terkepung. Masing-masing relawan tidak diberitahu mengenai daerah tugas mereka, agar dapat fokus menjalankan misi kemanusiaan.
Untuk operasional, organisasi ini mendapatkan dana dari donasi International Syria Support Group (ISSG) yang beranggotakan sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Organisasi ini menyatakan diri netral, tidak memihak dan ingin menolong semua orang, tidak masalah di sisi mana mereka memihak. Tapi pekerjaan mereka tidak mudah, dengan sedikitnya sebanyak 92 relawan White Helmets tewas saat menyelamatkan yang lain.
Bekerja di kawasan konflik bukan perkara mudah. Meski berhasil mengevakuasi, para relawan ini kerap menghadapi kendala seperti tidak menemukan rumah sakit yang memadai.
" Kadang saat kami membawa korban ke rumah sakit terdekat, kami tidak mendapatkan ruang perawatan, jadi kami harus terus bergerak ke rumah sakit berikutnya," kata Saleh.
" Kadang juga mereka tidak menerima... Rasa sakit kami rasakan begitu hebat ketika menyelamatkan orang, lalu kembali mencari rumah sakit, karena sebagian besar rumah sakit sudah hancur," kata dia.
(Ism, Sumber: saudigazette.com.sa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya