Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paket Jam Tangan Yang Ternyata Berisi Batu (emirates247.com)
Dream - Belanja di toko online memang sangat mudah. Tetapi, unsur kehati-hatian jangan sampai diabaikan begitu saja. Salah-salah, bukan dapat barang bagus malah jadi korban penipuan.
Seorang pria yang berprofesi sebagai manager perusahaan asuransi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) kepincut dengan jam tangan emas seharga 14.700 dirham, setara Rp52 juta. Dia melihat jam tersebut di satu toko online.
Dia sangat tertarik dengan jam tangan tersebut lalu melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Pesanan pun diproses dan dalam beberapa hari kemudian barang sudah datang.
Tetapi, harapan pria memiliki jam tangan emas baru terpaksa lenyap begitu saja. Dia malah mendapat bungkusan yang berisi batu. Merasa tertipu, pria tersebut kemudian melapor kepada kepolisian setempat.
Kepala Bagian Pemberantasan Kejahatan Terstruktur Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Abu Dhani, Letnan Kolonel Taher Al Dhaheri membenarkan hal itu.
Dia lalu menyarankan korban untuk lebih teliti sebelum membeli barang dan hanya berbelanja di toko online yang dapat dipercaya saja.
" Gunakan kartu kredit khusus untuk belanja online dengan limit yang terbatas, dan tetap simpan salinan transaksi secara elektronik maupun fisik," kata dia.
(Ism, Sumber: emirates247.com)
© Dream
Dream - Berdagang merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan laba. Tentu dalam berdagang harus selalu didasari dengan kejujuran agar tidak merugikan kedua belah pihak.
Namun berbeda dengan penjual kasur berikut ini. Alih-alih mendapat keuntungan lebih, cara yang dilakukannya sangat merugikan konsumen. Ini akibat kualitas buruk barang yang dijual.
Terlihat dalam video berdurasi 3 menit 56 detik, sejumlah orang sedang membongkar kasur baru yang masih dibungkus plastik. Namun setelah dibongkar, ternyata di bagian dalamnya cukup mengejutkan.
Belum jelas dimana tempat kejadian dalam video ini. Namun dapat dijadikan pelajaran untuk lebih hati-hati dalam memilih barang yang akan dibeli, penasaran seperti apa? Simak videonya (Ism, sumber : Youtube/Yulistyo Pratomo)
© Dream
Dream - Seorang pria Saudi terkejut ketika ia membuka kotak buah kurma yang ia beli dari pasar lokal. Tak hanya mendapatkan tumpukan kurma segar, ia juga mendapati seekor ular mati di dalam kotak buah tersebut.
Dalam video yang diunggah akun Saleh Evil di YouTube terlihat seekor ular ditarik keluar dari dalam kotak dalam keadaaan mati kaku. Didiuga ular sepanjang kurang lebih 1 meter ini mati kaku karena kedinginan di dalam mesin pendingin.
Belum diketahui tepat dan jelas dimana kejadian ini terjadi. Penasaran dengan videonya, simak berikut ini. (sumber youtube : Saleh Evil)
© Dream
Dream - Berhati-hatilah saat melakukan jual beli online. Pilihlah penjual yang terpercaya. Jika tidak, Anda bisa tertipu. Uang amblas, barang yang datang tak seperti diharapkan.
Dan itulah yang terjadi pada perempuan bermarga Zhao. Wanita asal Wuxi, kota di dekat Shanghai, China, ini berniat membeli handphone Apple: iPhone6s.
Perempuan itu mengontak sang penjual. Harga yang disepakati adalah RMB 3.400 atau sekitar Rp 6,8 juta. Uang ditransfer, barang dikirim.
Tapi, wanita itu kemudian terkejut saat barang kiriman itu datang. Setelah dibuka, ternyata bukan iPhone6s yang dia dapat. Tapi handphone berlogo buah pir!!!
Wanita itu tak percaya dengan handphone yang dipegang. Bukan iPhone6s dengan logo buah apel. Malah HP merek buah pir.
Tak lama berselang, penjual handphone itu kemudian menghubungi Zhao. Sang penjual mengaku, iPhone6s yang dipesan tertahan di beacukai. Untuk mendapatkannya, Zhao diminta membayar RMB 5000 atau sekitar Rp 10 juta.
Dibayarlah permintaan itu. Sehingga, total Zhao Rp 16,8 juta. Namun, ketika Zhao menghubungi penjual itu, nomornya Zhao telah diblokir oleh sang penjual.
Jadi, hati-hati ya.....
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya