Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Warga Arjowinangun, Kota Malang, Jawa Timur, Joko Santoso, dilaporkan kehilangan daya penglihatan usai mendapat vaksin dosis pertama. Dia sempat buta total namun kondisinya berangsur membaik.
Kisah Joko sempat viral setelah diunggah sang istri ke media sosial. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian banyak pihak.
"Sekarang kondisinya masih 75 persen, melihat dari jarak dekat masih kabur, hanya terlihat hitam putih," ujar Joko.
Joko mendapatkan vaksin dosis pertama pada 3 September 2021 dengan vaksin AstraZeneca. Beberapa jam setelah itu, pandangan matanya gelap sehingga tak bisa melihat.
Kondisi itu berjalan hingga tiga bulan. Meski terus dipantau dokter, hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kebutaan yang dia alami, apakah benar karena vaksin atau bukan.
Pria yang berprofesi sebagai guru tersebut mengikuti vaksinasi di rumah Ketua Rukun Warga (RW). Saat skrining awal, Joko dinyatakan sehat dan layak mendapatkan vaksinasi.
"Tekanan darah normal, semua bagus, saya juga tidak punya riwayat penyakit hipertensi," kata dia.
Usai mendapatkan vaksin, Joko pulang sekitar pukul 11.00 WIB. Selama di rumah, dia mengalami mual hingga muntah sebanyak dua.
Dia langsung menelepon istrinya. Sang istri langsung pulang dan memberikan pertolongan pertama.
"Istri saya memberi vitamin C, lalu saya minum dan langsung istirahat," ucap dia.
Malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, Joko merasakan pandangan matanya kabur. Dia tidak bisa melihat dengan jelas sang istri yang sedang memegang ponsel.
Saat itu, dia menduga mungkin sedang mengantuk. Padahal, Joko mengaku tidak pernah mengantuk setiap di jam tersebut.
"Biasanya saya itu tidak pernah tidur jam segitu, selalu di atas jam 10 malam," kata dia,
Ketika bangun tidur keesokan hari, pandangan Joko gelap. Sang istri langsung melaporkan kondisi Joko ke Ketua RW, kemudian dilarikan ke RS Refa Husada.
Dari RS Refa Husada, Joko dirujuk ke RS Saiful Anwar. Saat diperiksa, kondisi kesehatan Joko normal.
"Dokter juga bingung karena semua normal, tidak ada gula darah maupun tekanan darah," ucap Jokowi.
Tiga hari lamanya Joko tidak bisa melihat secara total. Kondisi mulai membaik setelah itu tetapi matanya masih buram hingga saat ini.
"Terus diobservasi dokter, mata sebelah kiri bagus tapi sebelah kanan masih kabur. Soal warna juga belum pulih," ungkap dia.
Saat ini, Joko sudah bisa berjalan tanpa bantuan. Namun, dia belum bisa banyak beraktivitas dan dokter memintanya untuk tidak bekerja.
Dia pun mengaku kondisinya tidak seprima dulu. Kini dia sangat mudah sakit.
"Sekarang mudah sakit seperti demam, tubuh sering terasa lemas, sulit bergerak," ungkap Joko.
Harapan Joko kini hanya ingin kesehatannya pulih seperti semula. Dia memperbanyak doa agar harapan itu terwujud.
"Disuruh dokter berdoa untuk kesembuhan, karena semua sudah berupaya," terang dia, dikutip dari Beritajatim.com.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?