KJRI Jeddah Tangani 229 WNI Ditahan Otoritas Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 11 September 2016 17:29
KJRI Jeddah Tangani 229 WNI Ditahan Otoritas Saudi
Sebanyak 229 warga negara Indonesia (WNI) diamankan otoritas Arab Saudi dalam razia dokumen pada Rabu, 7 September 2016.

Dream - Sebanyak 229 warga negara Indonesia (WNI) diamankan otoritas Arab Saudi dalam razia dokumen pada Rabu, 7 September 2016.

Tak berselang lama usai penangkapan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah segera berkoordinasi dengan otoritas keamanan Saudi. Diketahui 229 orang tersebut sebagian besar adalah WNI overstayer dan sisanya adalah WNI yang bekerja di luar Makkah.

Mereka ditangkap karena memasuki Makkah untuk menjalankan ibadah haji tanpa memiliki izin beribadah haji (tasreh). Mereka ditangkap di dua penampungan gelap dan untuk mengikuti program tersebut diduga membayar sejumlah uang kepada sindikat yang mengatur perjalanan ibadah tersebut di Saudi.

" Pada dasarnya mereka adalah pelanggar hukum menurut hukum Arab Saudi. Namun demikian kami akan tetap memberikan bantuan yang sejalan dengan hukum di Saudi. Kami akan memastikan bahwa mereka ditahan di tempat yang layak dan memastikan hak-hak hukum mereka dihormati," kata Dicky Yunus, Acting KJRI Jeddah yang juga Ketua Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah.

Menurut hukum Saudi, 229 WNI tersebut dapat diancam hukuman minimal 6 bulan penjara dan pencekalan memasuki Saudi selama 10 tahun.

" Polisi akan lakukan investigasi lebih mendalam setelah pelaksanaan haji. Hukumannya akan sangat tergantung beratnya kesalahan yang dilakukan," terang Dicky lebih lanjut.

Saat ini 229 WNI tersebut ditampung di rumah detensi imigrasi Tarhil Syumaisi yang terletak di antara Jeddah dan Makkah. KJRI telah mengunjungi mereka dan menggali sejumlah informasi penting dari mereka. KJRI akan terus memantau penanganan kasus ini.

229 WNI ditahan pihak Saudi di Makkah pada Rabu, 7 September 2016. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. 229 WNI tersebut terdiri dari 155 perempuan, 59 laki-laki dan 15 anak-anak.

Beri Komentar