Klaim Bebas Corona, Korea Utara Buka Kembali Sekolah Bulan Ini

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 3 Juni 2020 09:02
Klaim Bebas Corona, Korea Utara Buka Kembali Sekolah Bulan Ini
Korea Utara akan membuka kembali sekolah didasarkan ketidakadaannya kasus virus corona yang terkonfirmasi.

Dream - Korea Utara akan membuka kembali sekolah pada bulan Juni setelah adanya penutupan atas kekhawatiran tentang virus corona.

Media pemerintah Korea Utara melaporkan, negara akan membuka kembali sekolah didasarkan ketidakadaannya kasus virus corona yang terkonfirmasi.

Tahun ajaran baru di Korea Utara biasanya dimulai pada mmusim semi yang jatuh pada tanggal 1 April. Namun, sekolah tertunda karena pemerintah mengambil kebijakan untuk menangkal virus corona termasuk melakukan penyegalan peprbatasan.

Media pemerintah Korea Utara juga mengatakan sekolah menengah dan universitas telah memulai kelas sejak 20 April 2020 lalu.

Sekolah lainnya seperti taman kanak-kanak, pusat penitipan anak (daycare), dan panti jompo akan dibuka kembali pada awal bulan Juni.

" Para guru akan mengikuti protokol kesehatan dengan seksama dan melakukan pengecekan suhu tubuh, serta pembersih tangan akan dipasang di semua pintu masuk ruang kelas dan kanto. Sementara untuk orang tua, disarankan untuk melakukan edukasi terkait covid-19 kepada anak-anak mereka," jelas Komiite Penyiasan Pusat Korea (KCBC), dikutip dari The Straits Times, Selasa 2 Juni 2020.

Sementara, hingga hari ini Korea Utara belum melaporkan adanya kasus virus corona. Badan intelejen utama Korea Selatan mengatakan, wabah di sana tidak dapat dikesampingkan karena Korea utara telah melakukan penutupan perbatasan pada akhir Januari.

" Anak-anak di taman kanak-kana dan pusat penitipan anak akan diperiksa untuk virus dan bangunan akan disemprot disenfeksi," tambah KCBC.

Naenara, portal internet negara bagian Korea Utara juga merilis foto-foto siswa sekolah menegah yang sedang diperiksa suhu, ketika memasuki area sekolah pada bulan April lalu.

KCBC juga tak lupa untuk menghimbau masyarakat, untuk mengambil opsi take-out ketika membeli makanan untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19.

" Pesanan pengirimanan dipromosikan di restoran dan toko-toko makanan," pungkas KCBC. 

1 dari 4 halaman

Keluar Karantina Tanpa Izin, Pasien Virus Corona Korea Utara Ditembak Mati

Dream - Ketika berita virus corona Covid-2019 terdeteksi di luar China pertama kali muncul, Korea Utara adalah salah satu negara yang langsung memblokir akses turis asing ke wilayahnya. Tindakan ini diambul sebagai pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut.

Sejak penutupan akses, pemeirintah Korut juga dikabarkan mengambil langkah-langkah drastis. Mereka mengisolasi siapa pun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga China, untuk menghentikan penyebaran virus.

Korea Utara bahkan sampai mengeksekusi setiap warganya yang tidak mematuhi imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus mematikan itu.

2 dari 4 halaman

Dieksekusi Karena Meninggalkan Karantina

 

 Keluar Karantina Tanpa Izin, Pasien Virus Corona Korea Utara Ditembak Mati© Dream

Menurut surat kabar Korea Selatan, Dong-a Ilbo, seorang pejabat Korea Utara dilaporkan telah ditembak mati karena pergi ke fasilitas pemandian umum ketika dia seharusnya berada di karantina.

Pejabat yang tak disebutkan namanya itu ditangkap sebelum ditembak karena menimbulkan risiko menyebarkan virus corona saat berkunjung ke pemandian umum.

Dikabarkan bahwa pejabat tersebut sudah dikarantina karena diduga terjangkit virus corona setelah pulang dari China. Namun karena melanggar hukum militer, dia dieksekusi.

3 dari 4 halaman

Perintah Tembak Mati

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, telah mengeluarkan dekrit untuk mengisolasi siapa saja yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga China.

Bunyi dekrit tersebut juga menyebutkan bahwa siapa saja yang meninggalkan karantina tanpa izin akan dieksekusi sesuai dengan hukum militer.

Sementara seorang pejabat lainnya diduga telah diasingkan ke sebuah peternakan karena menutup-nutupi perjalanannya ke China.

4 dari 4 halaman

Mengklaim Tidak Ada Kasus Virus Corona

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Korea Utara mengeksekusi warganya yang dianggap membahayakan keamanan negara. Meski klaim seperti ini sulit untuk diverifikasi kebenarannya.

Hingga sekarang, pemerintah Korea Utara mengaku bahwa tidak ada kasus virus Covid-2019 di negara tersebut.

Pekan lalu, pejabat kementerian kesehatan Korea Utara, Song In Bom, mengatakan kepada media pemerintah bahwa tidak ada kasus virus korona di negara itu. Tetapi mereka akan siap jika wabah itu menyebar di Korea Utara.

" Hanya karena tidak ada kasus virus corona di negara kamu, bukan berarti kami boleh merasa lega. Kami tetap waspada dan bekerja sama untuk melakukan pencegahan," katanya.

(sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar