Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang pasien Covid-19 yang baru bangun dari koma selama berminggu-minggu tak menyadari jika pandemi virus corona telah merajalela di luar sana.
Pasien bernama Brian Harvey itu semakin bertambah bingung dan bertanya-tanya ketika semua orang yang dihubunginya menangis.
Brianwarga , dari Headley Park, Bristol, Inggris dirawat di Rumah Sakit Royal Bristol pada 21 Maret karena pneumonia.
Dia koma sehari kemudian, sebelum mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya.
Pria 69 tahun itu baru dinyatakan positif Covid-19 setelah dia koma. Brian tidak menyadari penyakitnya itu akibat infeksi virus corona.
Saat dia masuk rumah sakit, tercatat 5.000 orang di Inggris positif Covid-19 dan sekitar 230 meninggal akibat penyakit tersebut.
Selama koma empat minggu, Brian tidak mengetahui bagaimana Covid-19 telah menyebar luas dan menewaskan ribuan warga Inggris.
Namun, ketika sadar dari koma, Brian tidak merespons sehingga dokter mengirimnya untuk menjalani pemindaian otak.
Putrinya, Faye Stapleton, mengatakan ayahnya masih di dalam ventilator ketika dokter berusaha menyadarkannya.
" Itu adalah momen yang menyentuh hati. Orangtua saya sudah menikah lebih dari 50 tahun. Ibu memohon para dokter untuk mengizinkannya masuk ketika kami diberi tahu bahwa ayah mungkin tidak bisa bertahan malam itu," kata Faye, 32 tahun.
Setelah melalui usaha yang tak kenal lelah, Brian baru bisa merespons seminggu kemudian. Melihat ayahnya sadar, Faye dan keluarganya menangis.
Dokter meminta Faye dan keluarga lainnya untuk memberi tahu Brian tentang wabah Covid-19 karena dia benar-benar lupa dengan krisis kesehatan tersebut.
Saat Brian mulai bisa merespons, angka kematian pasien Covid-19 di Inggris telah mencapai 34.636 jiwa.
" Dia bahkan tidak tahu tentang wabah corona ketika sadar. Kami harus menjelaskan kepadanya bahwa ada virus di luar sana. Menjelaskan bahwa sekarang semuanya sudah lockdown," kata Faye.
Yang lebih mengharukan, Brian mengaku bingung ketika menghubungi anggota keluarganya melalui aplikasi FaceTime.
Saat Brian mengajak mereka berbincang, semuanya menangis. Ketika Brian bertanya mengapa, jawaban keluarganya membuat haru.
" Dia menghubungi semua orang dan mereka menangis. Ayah bertanya kenapa, dan mereka menjawab 'Kami kira namamu tidak akan muncul lagi dalam daftar kontak ponsel kami lagi'," ujar Faye.
Faye sangat berterima kasih kepada staf medis di RS Royal Bristol yang telah bekerja keras untuk merawat pasien Covid-19, termasuk ayahnya.
" Staf rumah sakit benar-benar luar biasa - mereka menyelamatkan hidup ayah saya. Kami tidak bisa hanya berterima kasih saja pada mereka," kata Faye.
Sumber: Metro News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya