Dikritik Soal Jembatan, Ini Balasan Kocak Ridwan Kamil ke Netizen

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 19 Juni 2019 16:02
Dikritik Soal Jembatan, Ini Balasan Kocak Ridwan Kamil ke Netizen
Kamu juga bagusan yang before, kata Ridwan Kamil.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membalas komentar warganet cara yang menohok. Balasan Ridwan itu muncul di unggahannya mengenai informasi bantuan pembangunan jembatan.

" Warga desa di Jawa Barat tercinta, jika ada kebutuhan urgensi jembatan gantung untuk penyeberangan orang atau motor di wilayahnya silakan kontak @dpmdesajabar dan @jabarquickresponse," kata Ridwan, Rabu, 19 Juni 2019.

Ridwan mengatakan, saat ini Pemprov Jawa Barat sedang membangun 20 jembatan gantung.

Ridwan membagikan foto ilustrasi jembatan rusak yang diambil dari Merdeka.com. Dalam foto itu, beberapa murid berjalan bergelantungan demi mencapai wilayah seberang.

Dia membandingkan jembatan yang sudah dibetulkan. Jembatan gantung itu berada di Ciledug, Kabupaten Cirebon. " Baru selesai kami bangun," ujar dia.

Unggahan percakapan Ridwan Kamil dan warganet (Foto: Instagram)© Instagram

Unggahan percakapan Ridwan Kamil dan warganet (Foto: Instagram)

Tetapi, seorang warganet menyebut, jembatan yang belum diperbaiki lebih bagus. " Bagusan yang before. Anak-anak jadi olahraga fisik dan mental," kata @kevinwilliam1985.

Ridwan membalas komentar itu dengan jawaban menohok. " @kevinwilliam1985 kamu juga bagusan yang before. Saat belum ada di dunia ini," tulis Ridwan Kamil.

1 dari 6 halaman

Heboh Desain Masjid Al Safar, Ini Penjelasan Ridwan Kamil

Dream - Masjid Al Safar yang berlokasi di Rest Area KM 88 B Jalan Tol Cipularang memunculkan kehebohan di media sosial. Desain masjid yang didominasi bentuk segitiga itu dinilai sebagai perlambangan gerakan iluminati.

Sang perancang, yang tidak lain adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, membeberkan alasannya membuat desain masjid tersebut. Menurut dia, desain yang dia terapkan semata hanya bentuk dari eksperimen arsitektur.

" Desain itu tidak boleh sama. Desain di tengah pasar dengan desain di puncak gunung tidak boleh sama," ujar pria Ridwan, dikutip dari Liputan6.com.

Hal itu disampaikan Ridwan dalam silaturahmi dan diskusi yang digelar MUI Jabar di Pusdai Bandung. Dia mengatakan desain Masjid Al Safar dibuatnya dengan maksud agar menyatu dengan alam.

" Maka ini (Masjid Al Safar) karena di pinggir gunung, saya cerita, idenya seperti menyatu dengan alam. Apa bentuknya? Alam itu tidak beraturan, maka Masjid Al Safar pun bentuknya tidak beraturan," kata Ridwan.

2 dari 6 halaman

Teori Origami

Menurut Ridwan Kamil, teori yang dipakai dalam membuat desain Masjid Al Safar yaitu melipat atau origami. Lipatan memungkinan bentuk tidak beraturan bisa berdiri.

" Bentuk tidak beraturan ini secara alami membentuk segitiga dalam lipat melipat supaya bisa belok. Hasilnya memang seperti ini," ucap dia.

Ridwan mengaku sama sekali tidak bermaksud menerapkan lambang iluminati seperti dituduhkan. " Makanya kalau terjadi tafsir, saya minta maaf, mungkin itu kebetulan," kata dia.

 

3 dari 6 halaman

Klarifikasi Bentuk Mihrab

Tak hanya itu, Ridwan juga memberikan klarifikasi mengenai bentuk gerbang dan mihrab di Masjid Al Safar yang mengandung lingkaran. Dia menyatakan bentuk gerbang dan mihrab tersebut bukanlah hasil rancangannya.

" Saya klarifikasi, desain saya tidak pakai lingkaran (bagian mihrab). Karena proyeknya mangkrak, oleh Jasa Marga pas saya datang saya lihat sudah begitu. Saya tanya kenapa ada lingkaran 'oh itu ada kreasi dari kontraktornya'," kata dia.

Bentuk mihrab itulah yang memicu kehebohan lantaran dianggap menyerupai simbol mata satu. Simbol utama dalam gerakan iluminati.

Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon

4 dari 6 halaman

Karyanya Disoal, Ridwan Kamil Bertanya Soal Desain Mihrab Masjid Nabawi

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menghadiri diskusi dan silaturahmi yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Diskusi yang digelar di Masjid Pusdai, Bandung, itu membahas polemik desain Masjid As Safar di Tol Cipularang.

Melalui unggahannya di Instagram, Ridwan Kamil menyatakan, menutup diskusi dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai arsitektur masjid kepada Ustaz Rahmat Baequni.

" Saya tutup dengan pertanyaan tentang masjid-masjid lain yang juga punya (desain) segitiga atau satu lingkaran, termasuk mihrab Masjid Nabawi di Madinah," tulis Ridwan, Senin 10 Juni 2019.

Ridwan mengimbau warga Jawa Barat menghentikan polemik desain dan simbolisme. Sebab, masih banyak tantangan untuk menghadapi revolusi 4.0 dan 5.0. " Mari move on," lanjut dia.

Pria yang karib disapa Kang Emil ini juga berterima ksih kepada Rahmat Baequni, ustaz yang menyoal desain masjid karyanya. Menurut dia, Rahmat telah membagi ilmu kepadanya.

" Insyaallah menambahi keilmuan saya yang terbatas. Mudah-mudahan bisa bersinergi di kemudian antara ulama dan umaro," tambah Ridwan Kamil.

5 dari 6 halaman

Bedah Teori Ridwan Kamil di Balik Tudingan Masjid Iluminati

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan desain bangunan Masjid Al Safar, yang berada di rest area 88, arah Jakarta, Tol Cipularang, Jawa Barat. Penjelasan ini membantah kabar yang mengaitkan desain Masjid Al Safar ciptaan Kang Emil, yang berkaitan dengan iluminati.

Ridwan Kamil mengatakan, Masjid Al Safar merupakan hasil dari eksperimen teori lipat folding architecture.

" Jika eksperimentasi bentuk itu ditafsir, ya tentu tidak bisa dihindari. Tapi, jika disimpulkan bahwa bentuk-bentuknya adalah menerjemahkan simbol iluminati dkk, saya kira itu tidak betul," kata Ridwan Kamil, Jumat, 31 Mei 2019.

Kang Emil menyebut, usahanya mendesain Masjid Al Safar sebagai usaha memajukan seni atau arsitektur Islam. Cara itu dilakukan agar seni dalam Islam berkembang.

" Seni dalam Islam tidak memperlihatkan mahluk hidup, tapi berkesperimentasi dengan rumus geometri. Teori lipat folding architecture adalah metode mencari kekayaan geometri baru yang digunakan di Masjid Al Safar," ujar dia.

" Mari fokus saja ibadah kepada Allah," kata dia. 

6 dari 6 halaman

Desain Masjidnya Dinilai Mengandung Unsur Iluminati, Ini Kata Kang Emil

Dream - Ridwan Kamil akhirnya buka suara menanggapi kritikan terhadap arsitektur Masjid Al Safar hasil rancangannya. Masjid di Cipularang tersebut memang hasil karya Gubernur Jawa Barat itu.

Arsitektur itu disoal oleh netizen dengan mengunggah sebuah video ceramah Ustaz Rahmat Baequni. Masjid berbentuk segitiga tersebut dianggap mengandung unsur Iluminati.

Namun, gubernur yang beken dengan panggilan Kang Emil ini mengatakan bahwa tudingan itu tidaklah benar. Desain masjid tersebut harus dilihat dengan akal sehat.

" @ngrhsaka mereka menafsir tanpa pernah sedikitpun bertanya/tabayyun. Jika segitiga dilarang, maka di dunia ini geomteri tinggal tersisa kotak dan lingkaran. Maka masjid-masjid tropis dengan atap ala pendopo pun harus dihancurkan? Kita ikut akal sehat saja," tulis Ridwan Kamil, Jumat 31 Mei 2019.

Jawaban Ridwan Kamil© Instagram @ridwankamil

Dugaan simbol Iluminati itu muncul dalam video yang diunggah akun Twitter @SurgaBidadari3. Akun tersebut mengambil ceramah yang disampaikan Ustaz Rahmat Baequni.

Video tersebut diunggah layanan Teras Dakwah.

Sejak kemarin, video tersebut sempat menjadi perbincangan. Sebanyak 2.400-an komentar muncul atas unggahan tersebut.

Warganet menyebut unggahan tersebut sebagai cocoklogi semata.

Beri Komentar