Dokter Handoko Gunawan (Foto: Facebook Noviana Kusumawardhani)
Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunggah video percakapan teleponnya dengan dr Handoko Gunawan, Jumat, 20 Maret 2020.
Sosok Handoko menjadi buah bibir warganet karena di masa pensiunnya, spesialis paru-paru ini menjadi relawan dan ikut terjun menangani pasien wabah virus corona.
" Cucunya memanggil engkong Handoko, seorang dokter yang mendedikasikan diri untuk kemanusiaan. Beberapa menit lalu jam 22.31 saya ngobrol sama beliau," tulis Ganjar, diakses Sabtu,21 Maret 2020.
Dalam pembicaraan yang berlangsung, Handoko mengaku sedang menjalani karantina. Dia mengakui kondisi wabah virus corona ini semakin buruk.
Ganjar: Bagaimana kondisi bapak?
Handoko Gunawan: Saya lagi di rumah sakit Persahabatan
Ganjar: Kondisinya gimana hari ini?
Handoko: Sudah sehat sih tapi capek luar biasa
Ganjar: Tapi ini ganggu gak?
Handoko: oh enggak. Saya beberapa hari di karantina oleh temen-tema dokter paru saya. Memang situasinya buruk sekali. Mesti ada terobosan. Kalau begini terus kita enggak tahu kedepannya.
Handoko lalu mengatakan, tanpa adanya terobosan maksimal korban akan terus berjatuhan. " Kalau begini terus kita enggak tahu misal yang bersentuhan di pasar itu PDP atau ODP," ucap dia.
Kata Handoko, sosok pejabat publik seperti Ganjar harus waspada dengan penyebaran wabah ini. Sebab, Handoko tahu, sosok pejabat publik tidak boleh menolak bersalaman dengan warganya.
" Terutama untuk Pak Ganjar, bersentuhan terus dengan orang yang enggak boleh dipilih," ucap Handoko.
Mendengar masukan itu, Ganjar berterima kasih. Dia mengaku, menelepon Handoko karena dedikasinya untuk menolong orang di saat kondisi semacam ini.
" Bapak menginspirasi kami anak muda luar biasa," kata.
Dream - Tim medis berada di garda terdepan untuk penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Sebuah cerita mengharukan viral di media sosial. Seorang dokter spesialis paru yang berumur 80 tahun, siap 'perang'.
Sang dokter sudah mengenakan pakaian alat pelindungan diri (APD) atau hazmat. Dokter itu diketahui bernama Handoko Gunawan, seorang spesialis paru yang bekerja di RS Grha Kedoya, Jakarta Barat.
Ia termasuk dalam jajaran dokter yang langsung menangani pasien Corona. Padahal dokter Handoko Gunawan merupakan dokter senior yang telah berusia 80 tahun.
Berawal dari unggahan di Facebook milik Noviana Kusumawardhani dan Hengky yang membagikan potret dokter Handoko, yang tetap berjuang merawat pasien terinfeksi corona, meski sudah dilarang pihak keluarga.
Dikutip dari status dari Facebook Noviana Kusumawardhani, Novia menuliskan jika dokter Handoko merupakan dokter ahli paru di RS Grha Kedoya, yang sudah berusia sekitar 80 tahun. Beliau bekerja merawat pasien hingga jam 3 pagi.
Postingan itu juga menampilkan foto dokter Handoko Gunawan yang menggunakan baju anti kontaminasi lengkap dengan masker dan sepatu.
Upaya pemerintah untuk melawan Corona memang tak lepas dari kerja keras tim medis.
Akun Facebook Hengky juga menuliskan jika dokter Handoko merupakan sosok pengabdi kemanusiaan yang luar biasa.
Beragam komentar pun ditulis oleh netizen di laman Facebook tersebut.
" Semoga dr Handoko sehat selalu dan diberikan panjang umur. Semangat....." tulis salah satu netizen.
" Semoga pak dokter djaga tuhan , selalu sehat dan panjang umur.. GBU pak dokter yg baik hati," timpal lainnya.
" ikut mendoakan utk semua dokter dan petugas RS dimanapun" imbuh lainnya.
Laporan Loudia Mahartika/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Pemerintah China mengumumkan kasus Covid-19 baru yang muncul di negara itu merupakan kasus impor dari Indonesia. Pasien berusia 35 tahun itu diidentifikasi sebagai Zhang Moumou.
Tidak disebutkan ke mana saja Zhang selama di Indonesia, atau berapa lama dia berada di Indonesia.
Pada 10 Maret 2020, Zhang mengalami gejala batuk dan demam saat masih berada di Indonesia. Dia kemudian terbang ke Shanghai via Hong Kong pada 13 Maret 2020.
Di Shanghai, Zhang sempat menginap di sebuah hotel sebelum melanjutkan penerbangan ke Xi'an, ibu kota Provinsi Shaanxi pada 14 Maret 2020.
Namun saat tiba di terminal Bandara Xianyang di Xi'an, Zhang memberitahu petugas bahwa dia tidak enak badan.
Diketahui bahwa suhu badannya tidak normal, Zhang langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Xi'an di Distrik Tangfang untuk menjalani isolasi.
Setelah menjalani pemeriksaan dua kali pada 15 Maret dan 16 Maret 2020, Pusat Pengendalian Penyakit Shaanxi mengonfirmasi bahwa Zhang positif terjangkit Covid-19.
Di hari yang sama, Zhang langsung dipindahkan ke rumah sakit lain untuk menjalani perawatan dan isolasi lebih lanjut.
Komisi Kesehatan Shaanxi melaporkan ada 80 yang dinyatakan sebagai kontak dekat (close contact) baru di provinsi itu.
Dari 80 orang tersebut, 79 di antaranya pernah kontak langsung dengan Zhang. Semua kontak dekat tersebut sekarang juga sudah diisolasi untuk menjalani observasi medis.
Sebelumnya pemerintah China menyebutkan bahwa hanya ada kasus Covid-19 impor di negara itu dari 8 Maret hingga 16 Maret 2020. Tapi tidak ada kasus baru yang dikonfirmasi dan yang diduga baru.
" Dari 8 Maret hingga 16 Maret 2020 ada satu kasus positif corona baru yang diimpor dari luar negeri (Indonesia) di Shaanxi. Tidak ada kasus baru yang dikonfirmasi dan kasus yang diduga baru di Shaanxi. Hanya ada satu (pasien) yang sembuh dan satu pasien meninggal," lapor pemerintah Shaanxi dalam situs resminya.
Advertisement