Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo
Keputusan sepihak Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan tarif hingga 32 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo. Ia menilai kebijakan tersebut bukan sekadar tindakan perdagangan biasa, melainkan telah masuk dalam kategori hambatan yang tidak adil.
Pemerintah AS menyatakan bahwa kenaikan tarif ini merupakan tanggapan terhadap ketidakseimbangan akses pasar, terutama menyangkut produk seperti etanol serta adanya hambatan non-tarif lain yang dianggap memberatkan.
“ Ini jelas menjadi tekanan yang tidak ringan bagi pelaku usaha kita. Apalagi dilakukan tanpa dialog terbuka dengan pemerintah Indonesia,” ujar Eko melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Parlementaria di Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Eko menekankan bahwa keputusan tersebut sangat merugikan dan menambah ketidakpastian bagi para eksportir nasional. Ia pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang segera mengirim delegasi ke Washington guna membuka jalur dialog serta menawarkan peningkatan impor barang dari AS sebagai upaya menyeimbangkan neraca perdagangan.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa diplomasi saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. “ Kalau negosiasi tidak membuahkan hasil yang adil, kami di Komisi VI mendorong agar persoalan ini dibawa ke WTO. Kita tidak boleh membiarkan negara lain bertindak semena-mena tanpa dasar yang kuat,” tegasnya.
Politikus Fraksi PAN tersebut juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada pasar ekspor tertentu, khususnya AS, yang menurutnya telah berulang kali menerapkan kebijakan perdagangan yang merugikan Indonesia. Ia menyebut hal ini sebagai peringatan penting agar Indonesia segera mempercepat diversifikasi pasar.
“ Pasar-pasar alternatif di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika harus segera dioptimalkan. Jangan sampai kita terus berada dalam posisi yang mudah ditekan oleh mitra dagang besar,” ujarnya.
Eko memastikan bahwa Komisi VI akan terus mengawal persoalan ini secara serius. Pihaknya akan meminta laporan berkala dari pemerintah, mendorong penyelesaian yang konkret, serta memperkuat kebijakan dalam negeri agar pelaku usaha mampu bertahan menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
“ Ini bukan hanya soal tarif. Ini tentang kedaulatan ekonomi kita dan keadilan dalam perdagangan internasional,” tandas Eko.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?