Korban Tewas Tragedi Mina Capai 717 orang

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 September 2015 11:01
Korban Tewas Tragedi Mina Capai 717 orang
Tragedi Mina kali ini disebut sebagai tragedi paling parah terjadi sejak 1990.

Dream - Departemen Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan jumlah korban jemaah haji yang tewas dalam tragedi Mina kini mencapai 717 orang. Sementara jumlah korban yang mengalami luka-luka mencapai 863 orang.

Dikutip dari alarabiya.net, Jumat, 25 September 2015, tragedi tersebut tergolong paling parah sejak tahun 1990. Saat itu, jumlah jemaah haji meninggal mencapai 1.426 orang dari seluruh dunia.

Tragedi tersebut bermula ketika terjadi lonjakan jemaah haji pada pagi hari di perlintasan menuju area melontar jumrah, tepatnya di Jalan 204. Para jemaah haji berebut masuk ke area melontar jumrah sehingga sebagian terjadi penumpukan menyebabkan beberapa jemaah terinjak-injak.

Pada konferensi pers sebelum Maghrib, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayjen Mansour Al-Turki mengatakan terjadi penumpukan jemaah di luar prediksi. Dibandingkan tahun lalu, jumlah jemaah yang melintas di jalan tersebut untuk melontar jumrah jauh lebih besar.

Jalan 204 merupakan jalur menuju jembatan Jamarat. Sejumlah jemaah haji dilaporkan dibolehkan turun dari bus dan menuju jembatan tersebut untuk melontar jumrah, padahal jadwal mereka tidak pada waktu tersebut.

1 dari 3 halaman

Ini Identitas Jemaah Haji Indonesia Korban Insiden Mina

Ini Identitas Jemaah Haji Indonesia Korban Insiden Mina

Dream - Sebanyak tiga jemaah haji asal Indonesia dipastikan menjadi korban dalam insiden Mina yang terjadi pada Kamis, 24 September 2015. Dua dari tiga korban jemaah dapat dikenali sementara satu jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Jumat, 25 September 2015, dua korban tewas yang berhasil dikenali adalah Busyaiyah Sahrel Abdul Gafur dari kelompok terbang (kloter) BTH 14 asal Pontianak, Kalimantan Barat, serta Hamid Atwi Tarji Rofia dari kloter SUB 48 asal Probolinggo, Jawa Timur.

Keduanya korban tersebut berhasil dikenali berdasarkan gelang identitas dan kecocokan foto dalam data yang dipegang petugas.

Sementara satu korban belum berhasil dikenali lantaran tidak ditemukan gelang penanda maupun identitas apapun pada jenazah. Saat ini jenazah tersebut berada di Rumah Saki Mina Al-Jisr.

Terkait jenazah Hamid, istri korban membenarkan identitas suaminya. Beberapa saat usai ditemukan meninggal, petugas segera memberitahu istri Hamid.

Mengenai insiden ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan proses identifikasi tidak bisa dijalankan secara cepat. Ini lantaran situasi di RS Al-Jisr tengah padat sehingga pencocokan data korban membutuhkan waktu agak lama.

Meski demikian, Lukman memastikan petugas sudah bekerja secara sigap untuk mendata para korban. Para petugas terus menjalin komunikasi dengan sejumlah rumah sakit.

" Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Mina dan Mekah untuk mengidentifikasi korban tragedi," ujar Lukman.

2 dari 3 halaman

WNI Tewas di Mina Bertambah Jadi 3 Orang, 1 Orang Luka Serius

WNI Tewas di Mina Bertambah Jadi 3 Orang, 1 Orang Luka Serius

Dream - Wakil Duta Besar RI di Riyadh, Arab Saudi, Sunarko mengatakan Warga Negara Indonesia (WNI) korban tragedi di Mina bertambah menjadi tiga orang. Jumlah tersebut meruapakan data yang diperoleh pada pukul 16.00 waktu setempat. 

Menurutnya data tersebut setelah dia bersama Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddi serta Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Abdul Djamil mengecek ke Rumah Sakit Al Jisr di Mina.  

" Sampai pukul 16.00 waktu Arab Saudi, dapat diidentifikasi tiga WNI jamaah haji meninggal akibat musibah mina," kata Sunarko melalui rilis yang diterima. 

Sunarko mengatakan, tiga WNI itu adalah pertama, Hamid Atuwi jenis kelami laki laki asal Surabaya. Kedua, Saiyah jenis kelamin perempuan asal Batam. Kemduian ketiga jemaah laki laki yang belum diketahui namanya, karena tidak ada gelang identitas di tangan.

Tetapi menurutnya korban ketiga ini diketahui berasal dari Probolinggo yang dibawa Safari Travel. " Data korban tersebut sedang dicek lebih lanjut di data haji," terangnya.

Sunarko menambahkan, sementara itu satu orang korban lagi dalam kondisi luka yang sangat serius dan saat ini dirawat di RS An-Nur Mekah.

3 dari 3 halaman

Lokasi Tragedi Mina Ditutup Sementara

Lokasi Tragedi Mina Ditutup Sementara

Dream - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, akibat tragedi Mina yang menewaskan ratusan orang meninggal dan luka-luka, kini Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung ditutup oleh pemerintah setempat.

Menurut Fahri yang saat ini sedang berada di Mekah, akibatnya siapapun tidak ada lagi yang diperkenankan melihat langsung TKP termasuk pejabat dari pemerintah Indonesia.

" Tetapi kami dan pihak amirul haj terus berkordinasi dengan rumah sakit setempat untuk mengidentifikasi korban dari pihak Indonesia," tutur Fahri dalam rilis yang diterima, Kamis Malam 24 September 2015. 

Fahri menyampaiakan, secara kronologis tragedi Mina terjadi akibat penumpukan, karena tidak diatur sedemikian rupa. Kata dia, memang hal tersebut tidak bisa dihindari dalam menjalankan setiap prosesi ibadah haji. 

" Hanya prosesi wukuf di Arofah yang disepakati sebagai titik dimana seluruh jamaah haji dari seluruh negara dan mazhab berada di padang Arofah pada 9 dzulhijjah atauu Rabu, 23 September 2015," ucapnya.

Dia menuturkan, kemudian selanjutnya apa yang terjadi setelah di Arofah tidak diatur regulasinya oleh pemerintah Arab Saudi dan tidak dikomunikasi secara ketat.

" Aturannya diserahkan pada masing-masing negara dan bahkan masing-masing jamaah," terang Fahri.

Dia menjelaskan, karena hal tersebut maka berbondong-bondong lah mereka yang ingin segera menuntaskan rukun dan wajib haji ke mina untuk melontarkan jumrah pada saat yang sama. 

" Inilah yang terjadi pada jalur musibah itu," ucapnya.

Kata Fahri, dapat dipastikan bahwa yang jadi korban adalah jemaah haji yang memutuskan untuk berangkat melontarkan setelah subuh karena peristiwa itu terjadi pada pagi hari.

" Padahal di masjidil haram dalam yang sama ada solat Idul Adha," terangnya.

Beri Komentar