Jawab Tuduhan Curang Input Data Situng, KPU Sebut Tim Paslon 02 Gagal Paham

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 18 Juni 2019 12:20
Jawab Tuduhan Curang Input Data Situng, KPU Sebut Tim Paslon 02 Gagal Paham
Tim saksi dari kubu Prabowo-Sandi selama ini tidak pernah mempersoalkan proses penghitungan suara ketika berada di rapat pleno di kecamatan

Dream - Ketua Tim Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ali Nurdin membantah, terjadi kecurangan dalam sistem input data C1 di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

" Pemohon yang mempersoalkan kesalahan pencatatan hasil perhitungan suara merujuk input data C1 yang dipindah ke dalam situng KPU adalah tidak berdasar," ujar Ali di ruang sidang MK, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019.

Ali menjelaskan, dalam perbaikan permohonan kubu 02 menyebutkan adanya manipulasi suara karena terjadi kesalahan input data di 21 tempat pemungutan suara (TPS).

Dia mengatakan, jumlah tersebut tidak bisa mewakili tuduhan manipulasi karena jumlah total TPS di seluruh Indonesia pada pemilu 2019 berjumlah 813.336.

" Sehingga, jika diperbandingkan jumlah TPS maka persoalan input data Situng hanya tidak sampai 0,0026 persen dan tidak signifikan," kata dia.

1 dari 3 halaman

KPU Singgung Pendukung yang Sebar Hoaks

Untuk itu, KPU menegaskan kesalahan dalam menginput data C1 ke Situng sebagai rekayasa untuk memenangkan salah satu paslon tidak benar.

" Salah satu pendukung pemohon yang beberapa hari yang lalu pada Senin kemarin ditangkap oleh Bareskrim Polri, karena telah menyebarkan berita bohong bahwa server KPU bohong di-setting untuk memenangkan pasangan calon Jokowi dan Ma'ruf," ujar dia.

Lebih lanjut, kata Ali, tim saksi dari kubu Prabowo-Sandi selama ini tidak pernah mempersoalkan proses penghitungan suara ketika berada di rapat pleno di kecamatan.

" Rekapitulasi hasil penghitungan suara secara manual dalam rapat pleno di kecamatan yang menjadi dasar penetapan perhitungan perolehan suara tingkat nasional," kata dia.

Untuk itu, pencatatan data pada Situng KPU bukan sumber data berjenjang tingkat nasional. Menurut Ali, Situng ini disediakan sebagai sarana informasi untuk masyarakat yang ingin mengetahui perolehan suara sementara yang sudah masuk dari setiap daerah.

" Dengan demikian pemohon telah keliru atau gagal paham dalam menempatkan Situng pada proses perhitungan rekapitulasi hasil penghitungan suara," ucap dia.(Sah)

2 dari 3 halaman

Yusril Bakal Jawab Semua Permohonan Tim Prabowo, Meski Belum Diregistrasi MK

Dream- Ketua tim hukum Capres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra siap menjawab semua permohonan yang diajukan tim hukum Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Menteri Kehakiman dan HAM era Presiden Gus Dur dan Megawati ini, ada dua permohonan yang diajukan kubu 02. Permohonan itu yakni pada 24 Mei 2019 dan menambahkan perbaikan permohonan pada 10 Juni 2019.

" 10 Juni, kami anggap sebagai permohonan baru yang dilampirkan, tapi tidak diregistrasi oleh MK," ujar Yusril di Gedung MK, Jakarta, Selasa 18 Juni 2019.

Meski menganggap perbaikan permohonan itu tidak diregistrasi MK, tim hukum kubu 01 ini akan tetap menjawabnya di persidangan.

" Jadi kami akan menjawab keduanya. Fokus pada yang pertama, yang kedua kami juga akan jawab dan petitumnya memang satu," ucap dia.

Menurutnya, petitum yang diajukan oleh tim hukum Prabowo-Sandi itu intinya memohon untuk mengabulkan semua tuntutan.

Untuk itu, Yusril kembali menegaskan akan menjawab semua permohonan yang diajukan kubu 02 di ruang sidang.

" (Sanggahan) nanti kita bacakan di persidangan. Tapi pada intinya kami tanggapi seluruh dari permohonan itu supaya didengar dan dipertimbangkan majelis dengan seadil-adilnya," kata dia. (ism)

3 dari 3 halaman

Saham Perusahaan Sandiaga Lesu di Hari Sidang Sengketa Pilpres 2019

Dream - Saham perusahaan milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investasi Sedaya Tbk (SRTG) bergerak lesu sepanjang perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat, 14 Juni 2019. 

Pelemahan saham Saratoga berbarengan dengan sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan pemohon gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uni yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) sejak pagi tadi.

Untuk diketahui Saratoga merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga.

Dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, idx.co.id, harga saham emiten berkode SRTG ini bergerak melemah ke level 3.600 pada pukul 13.24 WIB.

Saham SRTG tercatat mulai menjadi sasaran transakai pelaku pasar pada pukul 09.05 WIB. Di sesi pagi itu saham Saratoga bergerak melemah ke level Rp3.600 per saham. Meski masih berada di zona merah, saham SRTG sempat menggeliat dan naik sedikit ke level Rp3.630 per saham. 

Hingga pukul 13.54 WIB, saham SRTG masih mendekat di zona merah. Saham perusahaan milik Sandiaga ini sudah tak lagi jadi sasaran aksi jual beli investor sejak pukul 10.25 WIB.

Pergerakan saham SRTG di awal sesi perdagangan berbanding terbalik dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di sesi pembukaan, IHSG bergerak naik ke 6.280.182.

IHSG masih bisa mempertahankan laju positifnya hingga hampir satu jam perdagangan. Namun tren laju indeks acuan pasar modal Indonesia ini terus bergerak melemah dan mendekam di zona merah hingga penutupan sesi pertama. 

Sekadar informasi, dalam sidang sengketa, tim kuasa hukum pasangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno, membacakan gugatannya di hadapan majelis di Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain kecurangan Pilpres, tim ini juga menyinggung kenaikan gaji PNS yang disebut-sebut sebagai " beli suara" .

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang